Tehran, Purna Warta – Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan telah menyerahkan puluhan dokumen terkait dugaan kejahatan perang Amerika Serikat dan Israel kepada Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga-lembaga hak asasi manusia, dan organisasi bantuan kemanusiaan internasional.
Ketua Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Koulivand, dalam pertemuan markas pusat organisasi tersebut pada Rabu mengatakan bahwa sebanyak 35 dokumen telah disusun dan diserahkan kepada berbagai otoritas internasional.
Dokumen-dokumen tersebut mencakup laporan mengenai penghancuran rumah-rumah penduduk, unit usaha, universitas, sekolah, pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, gedung Bulan Sabit Merah, bandara, infrastruktur publik, jembatan, depot bahan bakar, ambulans, kendaraan bantuan kemanusiaan, serta helikopter yang disebut menjadi sasaran langsung serangan.
Koulivand menegaskan bahwa seluruh insiden tersebut telah “dicatat, didokumentasikan, dan ditindaklanjuti dari waktu ke waktu secara rinci”, di mana personel bantuan tidak hanya bertugas melakukan operasi penyelamatan, tetapi juga mengumpulkan foto dan bukti lapangan.
“Seluruh dokumentasi telah disusun sesuai dengan hukum dan regulasi internasional serta diterjemahkan ke dalam bahasa Persia, Arab, dan Inggris,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bukti berupa rekaman video dan foto turut diserahkan bersama laporan tertulis.
Kepala Bulan Sabit Merah Iran itu juga menyatakan bahwa dalam sejumlah pertemuan dengan perwakilan PBB serta pejabat dari berbagai organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah internasional, pihaknya telah mempresentasikan berbagai contoh kerusakan terhadap infrastruktur sipil dan pusat-pusat layanan publik.
“Gambar dan dokumentasi korban sipil, khususnya anak-anak, ditampilkan dan para peserta memberikan reaksi yang kuat terhadap dimensi kemanusiaan dari peristiwa-peristiwa tersebut,” katanya.
Koulivand juga menyebut bahwa tim penyelamat Bulan Sabit Merah berhasil mengevakuasi ribuan warga sipil dari bawah reruntuhan bangunan.
Menurutnya, sejumlah perwakilan internasional dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bulan Sabit Merah Iran dan menggambarkannya sebagai salah satu organisasi kemanusiaan nasional yang paling mampu di dunia.
“Sebagian peserta menggambarkan serangan terhadap sasaran sipil sebagai kejahatan perang dan menekankan perlunya tindak lanjut hukum di forum-forum internasional,” ujar Koulivand.
Ia menambahkan bahwa beberapa organisasi internasional juga sepakat untuk menyusun dan menyerahkan laporan mereka sendiri guna mendukung langkah hukum lebih lanjut.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang menurut laporan itu mencakup pembunuhan terhadap Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior.
Laporan itu juga menyebut bahwa serangan-serangan berikutnya terhadap sasaran sipil telah menyebabkan ratusan warga sipil tewas, termasuk lebih dari 200 anak-anak.
Di antara peristiwa yang disebut paling tragis adalah tewasnya lebih dari 181 pelajar dan guru di kota Minab, Iran bagian selatan.


