Netanyahu Dilaporkan Lakukan Kunjungan Rahasia ke Abu Dhabi di Tengah Menguatnya Aliansi

Netanyahu visit

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan melakukan kunjungan yang tidak diumumkan dan sangat rahasia ke Abu Dhabi pada Minggu untuk bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Kunjungan tersebut disebut berlangsung di tengah semakin eratnya integrasi militer dan politik antara kedua pihak dalam bayang-bayang perang agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut laporan media Israel serta keterangan seorang pejabat senior Israel kepada Reuters, Netanyahu terbang menuju ibu kota UEA menggunakan pesawat pribadi pada Minggu pagi. Ia menghabiskan sebagian besar hari dalam pertemuan tertutup dengan presiden UEA tersebut sebelum kembali ke wilayah pendudukan pada malam harinya.

Kantor Perdana Menteri Israel maupun Kementerian Luar Negeri UEA belum segera memberikan komentar mengenai kunjungan tersebut.

Kunjungan itu menunjukkan semakin eratnya hubungan militer antara rezim Israel dan UEA, yang disebut mengalami percepatan signifikan sejak pecahnya perang agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Selama perang tersebut, rezim Israel dilaporkan mengambil langkah yang sangat tidak lazim dengan menempatkan sementara sistem pertahanan rudal Iron Dome, beserta operator Israel, di UEA.

Keselarasan kedua pihak juga terlihat di panggung internasional pada pekan lalu.

UEA menjadi salah satu dari hanya dua negara Arab, bersama Bahrain, yang perwakilannya tetap duduk di dalam ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya. Sementara itu, puluhan delegasi lainnya meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel yang terus berlangsung di Gaza dan agresinya terhadap Iran.

Kunjungan rahasia pada Minggu bukanlah kunjungan tersembunyi pertama Netanyahu ke negara Teluk tersebut di tengah konflik regional yang sedang berlangsung.

Menurut Reuters, seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengungkapkan bahwa selama “Operasi Roaring Lion” pada awal tahun ini, Netanyahu secara diam-diam melakukan perjalanan ke UEA dan bertemu dengan bin Zayed di kota oasis Al Ain pada 26 Maret.

Pada saat itu, UEA secara terbuka membantah bahwa pertemuan tersebut telah berlangsung setelah kantor Netanyahu mengklaim bahwa kunjungan rahasia tersebut terjadi.

UEA dan rezim Israel secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 2020 melalui Abraham Accords yang dimediasi Amerika Serikat, sebuah kesepakatan normalisasi yang dicapai pada masa jabatan pertama Donald Trump.

Berbeda dengan sejumlah perjanjian perdamaian sebelumnya di kawasan tersebut, normalisasi hubungan UEA-Israel bukan merupakan perdamaian antara dua pihak yang sebelumnya berperang. Kesepakatan tersebut justru meresmikan hubungan strategis, intelijen, dan ekonomi antara dua pihak yang sebelumnya tidak pernah berperang satu sama lain.

Menurut laporan tersebut, Abu Dhabi menukar dukungan historisnya terhadap kedaulatan Palestina dengan payung keamanan, akses terhadap persenjataan canggih Amerika Serikat, serta jalur khusus menuju Washington.

Namun, aliansi tersebut tetap menghadapi penolakan luas di dunia Arab dan Islam.

Kebutuhan untuk menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi secara sangat rahasia, menggunakan pesawat pribadi dan tanpa pengumuman sebelumnya, disebut mencerminkan rapuhnya proyek normalisasi tersebut di mata opini publik regional, yang secara luas tetap mendukung perjuangan Palestina dan mengecam tindakan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *