Dukungan untuk Gaza Warnai Kemenangan Irlandia atas Israel, Para Pemain Mengenakan Pita Hitam untuk Korban Genosida

Ireland

Dublin, Purna Warta – Republik Irlandia mengalahkan tim Israel dengan skor 3-0 dalam pertandingan UEFA setelah para pemain Irlandia mengenakan pita hitam sebagai bentuk dukungan bagi warga Palestina yang tewas dalam perang Israel di Gaza. Mereka juga melakukan sejumlah aksi simbolis sebagai bentuk protes sebelum pertandingan dimulai.

Pertandingan yang berlangsung di Debrecen, Hungaria, pada Minggu tersebut merupakan pertemuan pertama dari dua laga Irlandia melawan tim Israel dalam turnamen tersebut. Pertandingan kedua dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober di Bačka Topola, Serbia.

Para pemain Irlandia mengenakan pita hitam selama pertandingan untuk mengenang warga Palestina yang tewas dalam perang yang disebut dalam laporan tersebut sebagai genosida dan dimulai pada Oktober 2023. Gencatan senjata mulai berlaku pada Januari lalu, tetapi berlanjutnya pembunuhan telah mendorong sejumlah pengamat memperingatkan adanya pola kekerasan yang masih berlangsung.

CEO Football Association of Ireland (FAI), David Courell, mengumumkan pada Sabtu bahwa para pemain akan mengenakan pita hitam “sebagai penghormatan kepada semua korban yang kehilangan nyawa.”

Keputusan tersebut diambil setelah berlangsungnya pembahasan selama berjam-jam dan pemungutan suara di antara para pemain Irlandia mengenai apakah pertandingan tersebut tetap akan dilaksanakan.

Kapten Irlandia, Dara O’Shea, juga berjanji untuk menyumbangkan seluruh pendapatannya dari pertandingan tersebut untuk membantu Gaza.

Aksi Simbolis Sebelum Pertandingan

Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Irlandia menundukkan kepala dalam suasana duka ketika “lagu kebangsaan” Israel diperdengarkan.

Para pemain Irlandia juga tidak mengikuti tradisi berjabat tangan dengan tim Israel sebelum pertandingan. FAI sebelumnya telah memberi tahu pihak Israel bahwa para pemainnya tidak akan melakukan jabat tangan, dan UEFA menerima pengaturan tersebut.

Seruan untuk Memboikot Pertandingan

Pertandingan tetap dilaksanakan meskipun selama berbulan-bulan terdapat tekanan terhadap FAI untuk memboikot laga tersebut terkait perang di Gaza.

Sejak Mei, sejumlah pesepak bola terkemuka Irlandia bergabung dengan kampanye yang digagas Irish Sport for Palestine, sebuah kelompok advokasi yang menyerukan agar Irlandia menarik diri dari pertandingan tersebut. Lebih dari 160 atlet Irlandia menandatangani surat terbuka yang mendesak FAI mempertimbangkan kembali keputusannya.

Kampanye tersebut menyatakan bahwa rezim Israel telah melanggar statuta UEFA dan FIFA dengan mengizinkan tim-tim bermain di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka juga menyerukan agar tim-tim Israel dicabut keanggotaannya dari kedua badan sepak bola tersebut.

Bazunu Mundur dari Kedua Pertandingan

Setelah FAI memastikan bahwa Irlandia akan tetap berpartisipasi, penjaga gawang utama Republik Irlandia Gavin Bazunu menjadi satu-satunya pemain yang secara terbuka mengundurkan diri dari pertandingan tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial pada Sabtu, Bazunu mengatakan bahwa menurutnya “tidak tepat untuk berpartisipasi dalam pertandingan-pertandingan mendatang” melawan tim Israel.

Bazunu juga memutuskan untuk tidak tampil dalam pertandingan kedua yang dijadwalkan pada 4 Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *