Menteri Pertahanan Israel Klaim Upaya Memisahkan Perang Iran dari Pertempuran di Lebanon

Kanz

Doha, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel, mengatakan bahwa pasukan Israel menargetkan anggota Hizbullah di markas mereka di Lebanon. Menurut laporan media yang dikutip dari Al Jazeera, pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan udara Israel terhadap berbagai wilayah di Lebanon.

“Kami bersikeras memisahkan perang dengan Iran dari pertempuran di Lebanon agar dapat mengubah realitas keamanan dan menghilangkan ancaman terhadap wilayah utara Israel,” klaimnya.

Ancaman Lanjutan dari Militer Israel

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir juga mengancam akan melanjutkan operasi militer terhadap Hezbollah.

Ia menyatakan bahwa Israel akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang kelompok tersebut.

“Kami akan terus melancarkan serangan terhadap Hizbullah dan tidak akan pernah berkompromi mengenai keamanan penduduk wilayah utara,” ujarnya.

Menurut Zamir, operasi militer Israel di Lebanon akan terus berlanjut tanpa henti selama dianggap perlu untuk menjaga keamanan wilayah utara Israel yang berbatasan dengan Lebanon.

Serangan Udara Besar-besaran di Lebanon

Militer Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai wilayah Lebanon. Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim telah melakukan salah satu gelombang serangan paling intens sejak dimulainya operasi militer di negara tersebut.

Militer Israel menyebut lebih dari 100 target diserang dalam waktu sekitar 10 menit, termasuk lokasi yang disebut sebagai fasilitas milik Hezbollah.

Namun pihak Lebanon melaporkan dampak besar terhadap warga sipil akibat serangan tersebut.

Korban Sipil dan Operasi Penyelamatan

Berdasarkan data awal dari Lebanese Red Cross, sedikitnya 80 orang dilaporkan tewas dan sekitar 200 orang terluka akibat serangan di ibu kota Beirut.

Tim penyelamat masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang terdampak serangan udara.

Kekhawatiran Eskalasi Konflik Regional

Sejumlah analis menilai bahwa eskalasi terbaru di Lebanon berpotensi memperluas konflik di kawasan, terutama di tengah ketegangan yang masih tinggi setelah perang besar antara Iran dan Amerika Serikat sebelumnya.

Beberapa laporan media internasional menyebutkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon juga berkaitan dengan upaya mencegah penguatan militer Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, sejumlah negara dan organisasi internasional, termasuk United Nations, kembali menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah konflik regional yang lebih luas.

Pengamat Timur Tengah memperingatkan bahwa situasi di Lebanon dapat menjadi titik kritis baru dalam dinamika keamanan kawasan jika eskalasi militer terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *