Media Zionis: Mata Mata Tentara Israel Untuk Iran adalah Skandal

Tentara Zionis

Al-Quds, Purna Warta – Media Israel “i24 News” pada Sabtu ini menyebut klaim sumber keamanan mengenai adanya kerja sama antara tentara rezim Zionis dan Iran sebagai sebuah “skandal keamanan” bagi militer Israel.

Baca juga: Haaretz: Trump Tidak Akan Membiarkan Israel Mengganggu Proses Penurunan Ketegangan

i24 News, dengan merujuk pada dugaan bahwa sejumlah tentara Israel telah mengirimkan informasi sensitif kepada Iran sebagai imbalan uang, menyatakan bahwa Iran tidak hanya merekrut warga sipil untuk bekerja sama, tetapi juga berhasil menyusup ke kalangan militer demi memperoleh informasi rahasia.

Laporan tersebut muncul di tengah klaim rezim Israel sehari sebelumnya yang menyatakan telah menangkap tiga personel militer dan satu warga sipil atas tuduhan kerja sama dengan Iran. Berdasarkan pernyataan lembaga keamanan Israel, para tahanan tersebut diduga melakukan kontak dengan pihak yang terkait Iran serta terlibat dalam pengumpulan atau pengiriman informasi.

Namun, pihak berwenang Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait tuduhan tersebut, termasuk identitas para tersangka, jenis informasi yang diduga dikirimkan, atau tingkat kerja sama mereka. Ketidakjelasan ini disebut meningkatkan pertanyaan mengenai keabsahan kasus tersebut dan kemungkinan motif politik di baliknya.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir, saluran televisi Israel Channel 11 (Kan) juga mengklaim bahwa dua personel angkatan udara Israel dituduh melakukan spionase untuk Iran dan mengirimkan informasi sensitif terkait jet tempur F-15.

Baca juga: Jebakan Strategis: AS Terperangkap antara Opsi Militer yang Gagal dan Syarat Perdamaian yang Tak Dapat Diterima

Media Zionis tersebut juga menyebut bahwa mereka mengumpulkan informasi mengenai mantan kepala staf militer Israel, Herzi Halevi, serta menteri keamanan dalam negeri sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir.

Klaim-klaim ini muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan politik, keamanan, dan militer di kawasan, dan menurut sejumlah analis, dapat menjadi bagian dari upaya Israel untuk menciptakan ketakutan internal serta membenarkan kegagalan-kegagalan keamanan mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *