Laporan Haaretz tentang Operasi Infiltrasi dan Upaya Mempengaruhi Warga Arab di Wilayah Pendudukan 1948

intelijen

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan surat kabar Haaretz dalam sebuah laporannya mengklaim bahwa untuk pertama kalinya di Israel dibicarakan secara terbuka mengenai sebuah operasi yang bertujuan memengaruhi komunitas Arab—yakni warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan tahun 1948—oleh pihak-pihak asing.

Baca juga: Hamas Serukan Peningkatan Perlawanan terhadap Pendudukan

Media berbahasa Ibrani tersebut, tanpa menyertakan bukti maupun dokumen pendukung, mengklaim bahwa operasi semacam itu terutama dilakukan oleh pihak-pihak Iran, yang disebut-sebut sebagai perancang dan pengendali utama operasi tersebut.

Menurut klaim Haaretz, organisasi bernama “Fake Reporter”, yang bergerak dalam pelacakan berita palsu, telah memantau aktivitas kompleks proyek ini dan berhasil memperoleh informasi mengenai proses tersebut—yang bahkan disebut telah menyesatkan sejumlah lembaga resmi Israel.

Dalam laporan tersebut juga diklaim bahwa jaringan asing ini menyebarkan pesan-pesan terkait isu-isu sensitif dan penting bagi masyarakat Arab (Palestina 1948), termasuk perang Gaza, penghancuran rumah-rumah di Tepi Barat dan wilayah Segitiga, penindasan politik, pelanggaran hak asasi manusia, serta meningkatnya kriminalitas.

Disebutkan bahwa operasi infiltrasi ini dilakukan melalui situs-situs web dan akun-akun palsu, dan telah mencapai sejumlah “keberhasilan”, di antaranya menipu dan memengaruhi aktivis sosial, sebuah media besar, serta satu partai politik Yahudi-Arab yang didirikan oleh seorang politisi terkenal.

Beberapa akun yang terkait dengan jaringan tersebut dan terlibat dalam operasi ini dilaporkan ditutup pada pekan ini, setelah Haaretz menghubungi Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet) serta pihak-pihak yang mengelola halaman-halaman tersebut.

Baca juga: Pertahanan Sipil Gaza: Mayoritas Korban Syahid Serangan Zionis ke Sekolah Pengungsi adalah Anak-Anak

Situs web “Pike Reporter” menyatakan bahwa pola operasional, intensitas peningkatan aktivitas, serta waktu pelaksanaan jaringan ini berpotensi menciptakan sebuah “badai besar” yang bahkan dapat mengancam masa depan anggota Knesset dan para menteri.

Menurut media tersebut, saat ini sejumlah situs dan platform berita terlibat dalam mengarahkan program infiltrasi asing ini, sementara banyak audiens berbahasa Arab di wilayah pendudukan 1948 telah terpengaruh olehnya—termasuk di antaranya sejumlah anggota Knesset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *