Kementerian Luar Negeri Yaman: Rezim-Rezim Arab Terlibat dalam Kekejaman Israel yang Terus Berlangsung di Jalur Gaza

Gaza yaman

Sanaa, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Yaman dengan tegas mengecam pembantaian terbaru terhadap warga Palestina yang tidak bersalah di Jalur Gaza. Kementerian tersebut mengatakan bahwa sejumlah rezim Arab turut terlibat dalam kejahatan perang Israel dan harus dimintai pertanggungjawaban.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu, kementerian mengecam tewasnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, serta lebih dari 12 orang yang terluka dalam serangan pesawat nirawak Israel yang menghantam sebuah kafe yang dipenuhi pengunjung di pelabuhan Kota Gaza sehari sebelumnya. Kementerian menggambarkan sikap diam dan keterlibatan rezim-rezim Arab sebagai alasan utama berlanjutnya kebrutalan Israel.

Kementerian Yaman menegaskan bahwa serangan pesawat nirawak yang kejam tersebut menambah panjang catatan kelam kekejaman Israel. Menurutnya, rezim Tel Aviv yang menduduki wilayah Palestina tidak akan melakukan tindakan brutal semacam itu jika bukan karena sikap pasif dan keterlibatan sejumlah rezim Arab serta kelompok politik tertentu di kawasan tersebut.

“Siapa pun yang mengandalkan Amerika untuk menghentikan kejahatan musuh Israel sama seperti seseorang yang mencari perlindungan dari teriknya matahari tetapi justru mendapati dirinya berada di tengah kobaran api,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menambahkan bahwa berbagai pernyataan kecaman dan kutukan tidak akan pernah mampu menghentikan kejahatan barbar Israel terhadap warga Palestina.

“Amerika pada dasarnya telah memberikan cek kosong kepada kaum Zionis dalam hal ini, dan terus menutupi pembantaian yang terjadi setiap hari di [wilayah Palestina yang diduduki],” ujar Kementerian Luar Negeri Yaman.

Kementerian tersebut menyoroti bahwa serangan pesawat nirawak Israel yang menewaskan warga di sebuah kafe yang penuh sesak di Gaza terjadi setelah pembicaraan panjang antara Jared Kushner, menantu Donald Trump sekaligus utusan untuk Asia Barat, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Serangan itu juga terjadi di tengah harapan bahwa Amerika Serikat dan para mediator akan memaksa Israel menerapkan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Rabu bahwa tujuh warga Palestina lainnya tewas dan 23 orang terluka di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat genosida Israel di wilayah pesisir yang diblokade tersebut sejak Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 73.400 orang.

Kementerian menambahkan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, sementara tim ambulans dan pertahanan sipil masih tidak dapat menjangkau mereka.

Menurut kementerian tersebut, sedikitnya 1.270 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 4.220 lainnya terluka akibat pelanggaran terus-menerus oleh tentara Israel terhadap gencatan senjata Oktober 2025, melalui penembakan artileri dan senjata api di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Kementerian menyatakan bahwa jumlah keseluruhan korban tewas akibat genosida Israel di wilayah tersebut telah melampaui 73.400 orang, sementara sedikitnya 174.335 orang terluka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *