Gaza, Purna Warta – Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa sedikitnya enam warga Palestina tewas dan 37 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza dalam 48 jam terakhir. Dengan bertambahnya korban tersebut, jumlah korban jiwa sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023 disebut telah mencapai 73.317 orang.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa operasi militer Israel di wilayah tersebut masih terus berlangsung. Kementerian juga menyatakan bahwa sejak pengumuman gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, sebanyak 1.191 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.853 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, kementerian menyebutkan bahwa selama periode yang sama, jenazah 803 korban berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengecam berlanjutnya serangan Israel di Jalur Gaza. Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyatakan bahwa serangan udara berskala luas, penghancuran bangunan permukiman dan fasilitas industri di Kamp Pengungsi Jabalia serta kawasan Al-Yarmouk dan Al-Zaytoun di Kota Gaza, serta perintah evakuasi terhadap sejumlah kawasan permukiman menunjukkan bahwa Israel tetap melanjutkan operasi militernya meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata.
Hamas juga menuduh Israel mengabaikan komitmennya dalam Perjanjian Sharm el-Sheikh dan terus melakukan operasi militer yang menurut kelompok tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan di Jalur Gaza. Hamas menyatakan bahwa konflik “tidak pernah benar-benar berhenti sejak kesepakatan tersebut ditandatangani.”
Dalam pernyataan yang sama, Hamas mendesak Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai salah satu penjamin Perjanjian Sharm el-Sheikh, bersama negara-negara penjamin lainnya dan para mediator, untuk mengambil langkah terhadap pelanggaran yang menurut Hamas terus dilakukan Israel serta mendorong penghentian operasi militer di Gaza.
Sementara itu, lembaga pemantau konflik Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa jumlah serangan udara Israel terhadap sasaran di Jalur Gaza meningkat menjadi lebih dari 40 serangan selama Juni, yang merupakan angka bulanan tertinggi sejak gencatan senjata diumumkan. Menurut ACLED, banyak serangan tersebut terjadi di sekitar garis pemisah di Jalur Gaza dan mengakibatkan korban di kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, hampir 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran.


