Kemarahan Dunia atas Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera di Wilayah Pendudukan

Jazirah

Doha, Purna Warta – Menurut laporan jaringan Al Jazeera, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal United Nations, Farhan Haq, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga besar Al Jazeera dan menekankan pentingnya mengakhiri impunitas bagi para pelaku kejahatan terhadap jurnalis.

Ia menegaskan bahwa pembunuhan terhadap jurnalis harus diselidiki secara menyeluruh dan serius.

“Serangan terhadap pekerja media secara langsung bertentangan dengan hukum internasional. Mereka tidak boleh berada dalam ancaman dan tidak boleh dibunuh,” ujarnya.

Kecaman dari Federasi Jurnalis Internasional

Ketua International Federation of Journalists dalam wawancara dengan Al Jazeera menyatakan kesedihannya atas kabar kematian Washah, jurnalis Al Jazeera dan menyebutnya sebagai simbol keberanian dalam menyampaikan kebenaran kepada dunia.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang mendekati peringatan pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh, yang tewas pada tahun 2022.

Menurutnya, kemarahan meningkat karena pembunuhan terarah terhadap jurnalis oleh pasukan Israel terus berlanjut selama lebih dari dua tahun terakhir.

Ia menyatakan bahwa hingga saat ini lebih dari 250 jurnalis telah menjadi target serangan yang disengaja.

Federasi tersebut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengesahkan konvensi internasional yang diusulkan guna menjamin perlindungan dan keamanan jurnalis.

Reaksi Keras dari Jaringan Al Jazeera

Dalam pernyataan keras, jaringan media Al Jazeera menyebut pembunuhan Washah sebagai kejahatan memalukan dan pelanggaran serius terhadap semua norma internasional.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa serangan terhadap Washah bukanlah insiden kebetulan, melainkan bagian dari kebijakan sistematis untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah pengungkapan kejahatan yang terjadi di Gaza.

Al Jazeera juga menyatakan bahwa pihaknya memegang penuh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Jaringan media itu menegaskan akan menempuh semua langkah hukum yang tersedia untuk menuntut para pelaku di pengadilan internasional.

Reaksi Kelompok Palestina

Juru bicara gerakan Hamas, Hazem Qassem, menyebut pembunuhan tersebut sebagai upaya putus asa untuk menyembunyikan realitas yang terjadi di Gaza.

Sementara itu, Palestinian Islamic Jihad dan Popular Front for the Liberation of Palestine dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa darah Washah menjadi bukti “kebangkrutan moral” serta ketakutan Israel terhadap kekuatan media.

Di sisi lain, Palestinian Resistance Committees menyatakan bahwa pembunuhan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan kriminal pemerintah Israel terhadap para pencari kebenaran.

Kesaksian Keluarga Korban

Saudara laki-laki Washah dalam wawancara dengan media menggambarkan dedikasi dan keberanian jurnalis tersebut.

Ia mengatakan bahwa Washah telah puluhan kali menghadapi serangan langsung, tetapi selalu kembali ke lokasi berbahaya demi menyampaikan kebenaran kepada dunia.

“Ia selalu kembali ke pusat bahaya untuk menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Israel tidak ingin dunia mengetahui apa yang terjadi di Gaza, sehingga mereka menargetkan orang-orang yang memegang pena dan kamera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *