Paris, Purna Warta – Lembaga penyiaran publik Prancis, France Télévisions, telah menghapus tayangan ulang sebuah program yang menampilkan aktris Adèle Haenel mengecam genosida Israel di Gaza serta keterlibatan Prancis dalam tindakan tersebut.
Baca juga: Perayaan Tahun Baru Yahudi yang Direncanakan di Thailand Dibatalkan setelah Protes Anti-Israel
Haenel menjelaskan dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pada Kamis bahwa dirinya tampil dalam program sastra La Grande Librairie di France 5 pada Rabu. Dalam program tersebut, para tamu diberikan kebebasan untuk menyampaikan pandangan mereka.
Pada akhir program, Haenel menyatakan, “Israel sedang melakukan genosida di Palestina, dan Prancis terlibat.”
“Jangan menerima sesuatu yang tidak dapat diterima,” tambahnya sembari menyerukan pemberian sanksi terhadap Israel dan menuntut, “Bebaskan Palestina.”
Sang aktris mengungkapkan bahwa timnya merekam segmen tersebut karena mereka memperkirakan pernyataannya mengenai genosida di Gaza akan dihapus. Namun, France Télévisions justru menghapus seluruh tayangan ulang program tersebut dari situs webnya.
Haenel menilai keputusan tersebut memperlihatkan adanya upaya membungkam suara-suara yang mendukung Palestina dan mengeluarkan persoalan Palestina dari ruang perdebatan publik.
Ia juga secara sinis berterima kasih kepada France Télévisions karena justru memperkuat argumennya. Menurutnya, penghapusan tayangan tersebut sendiri menunjukkan bagaimana pandangan pro-Palestina dikesampingkan.
Keputusan tersebut menuai kecaman dari para anggota parlemen La France Insoumise (LFI). Anggota parlemen Sarah Legrain memuji Haenel karena “melawan segala bentuk dominasi” di tengah meluasnya sikap diam mengenai Palestina.
Anggota parlemen LFI Gabrielle Cathala mencatat bahwa tayangan ulang tersebut dihapus setelah Haenel mengecam genosida Israel terhadap warga Palestina dan keterlibatan Prancis. Sementara itu, Danièle Obono menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang “memalukan.”
Anggota parlemen lainnya, Aymeric Caron, menyatakan bahwa pernyataan Haenel mengenai Gaza sesuai dengan fakta dan menuntut agar lembaga penyiaran tersebut menjelaskan siapa yang menekan mereka untuk menghapus tayangan ulang itu.
Menurut majalah Prancis Télérama, France Télévisions membenarkan keputusan tersebut dengan alasan bahwa pernyataan Haenel mengenai Palestina tidak diimbangi dengan pandangan yang berseberangan selama siaran berlangsung.
Baca juga: Dokumen CIA Ungkap Peringatan Jelas kepada Presiden AS Sebelum 9/11
Penjelasan dari lembaga penyiaran tersebut semakin memicu kritik terhadap cara mereka menangani kebebasan berpendapat terkait Palestina, terutama setelah mereka menghapus program yang menampilkan Haenel secara langsung mengecam serangan Israel terhadap Gaza yang disebutnya sebagai genosida serta dukungan Prancis terhadap Tel Aviv.
Sejak Israel melancarkan kampanye genosida terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, pasukan Israel disebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.


