Juru Bicara Partai AK Turki: Satu-satunya Tujuan “Jaringan Genosida Netanyahu” adalah Menghancurkan Gaza Sepenuhnya

Kehancuran

Ankara, Purna Warta – Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) Turki menyatakan bahwa satu-satunya tujuan dari apa yang ia sebut sebagai “jaringan genosida Netanyahu” adalah menghancurkan Jalur Gaza sepenuhnya.

Dilansir Kantor Berita Anadolu Agency, Wakil Ketua Partai AK sekaligus juru bicara partai tersebut, Ömer Çelik, melalui unggahan di akun media sosialnya mengecam serangan-serangan terbaru Israel di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, Çelik menulis bahwa “satu-satunya tujuan Netanyahu adalah menghancurkan Gaza sepenuhnya.” Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk permusuhan terhadap seluruh nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga menyatakan bahwa melalui operasi militernya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini telah merusak berbagai upaya politik yang dilakukan negara-negara pendukung perdamaian.

Lebih lanjut, Çelik mengatakan bahwa “jaringan Netanyahu terus melakukan pembunuhan.” Ia mengklaim bahwa kelompok yang disebutnya sebagai “jaringan genosida” itu baru-baru ini telah menewaskan lebih dari 30 warga sipil di Gaza serta menyerang sejumlah fasilitas layanan kesehatan.

Çelik menambahkan bahwa serangan-serangan tersebut terjadi segera setelah tercapainya kesepakatan mengenai sebuah peta jalan yang dinilai dapat membuka jalan bagi implementasi rencana perdamaian di Gaza.

Menurutnya, hal itu kembali menunjukkan bahwa pemerintahan Netanyahu memandang setiap langkah menuju perdamaian sebagai sesuatu yang harus dilawan.

Turki dalam beberapa bulan terakhir secara konsisten mengkritik operasi militer Israel di Jalur Gaza dan menyerukan penghentian segera serangan terhadap warga sipil. Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan para pejabat tinggi Turki berulang kali mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan diplomatik guna mewujudkan gencatan senjata permanen serta memperluas akses bantuan kemanusiaan.

Pernyataan Ömer Çelik disampaikan di tengah meningkatnya kembali serangan di Gaza, meskipun proses implementasi tahap kedua gencatan senjata masih diupayakan oleh para mediator, yakni Qatar, Mesir, dan Turki. Negara-negara mediator sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut berpotensi menggagalkan pelaksanaan kesepakatan damai.

Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militernya akan tetap berlanjut hingga tujuan keamanan yang telah ditetapkan tercapai. Otoritas Israel menyatakan bahwa penghentian permanen perang bergantung pada pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata Palestina serta penerapan pengaturan keamanan baru di Jalur Gaza.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *