Jihad Islam Sebut Tiga Anggotanya Gugur dalam Serangan Israel di Tepi Barat

JIhad Islami1

Al-Quds, Purna Warta – Qais al-Bitawi, salah satu komandan terkemuka Saraya Al-Quds, sayap bersenjata gerakan perlawanan Jihad Islam Palestina, tewas dalam serangan udara Israel di Tepi Barat pada 28 Agustus 2026.

Sayap bersenjata gerakan perlawanan Jihad Islam Palestina mengumumkan bahwa tiga anggotanya gugur dalam serangan udara Israel yang disebutnya sebagai serangan “pengecut” terhadap sebuah rumah di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam pernyataan pada Jumat, Saraya Al-Quds mengidentifikasi para syuhada tersebut sebagai Qais Ibrahim al-Bitawi (alias Abu Hamza), salah satu komandan terkemuka kelompok tersebut di Tepi Barat, serta Ahmad Yaqoub Turkman dan Basel Turkman, dua pejuangnya dari Brigade Jenin.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa mereka gugur dalam “operasi pembunuhan pengecut yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur musuh yang pengecut setelah menargetkan sebuah rumah di Harash al-Saada, di Kota Jenin,” pada Jumat malam.

Gerakan tersebut berjanji akan “tetap teguh di jalan jihad dan perlawanan” hingga Palestina dibebaskan dan para pengungsi kembali ke rumah mereka.

Hamas Nyatakan Israel Bertanggung Jawab atas Dampak Serangan

Gerakan perlawanan Palestina Hamas menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para “pahlawan” tersebut, seraya menegaskan bahwa kejahatan keji ini menambah panjang catatan kejahatan berdarah rezim pendudukan terhadap rakyat Palestina.

Gerakan tersebut menyatakan Israel bertanggung jawab atas dampak serangan udara ini dan meningkatnya kejahatan rezim tersebut, serta menegaskan bahwa serangan ini akan mendapat konsekuensi lebih lanjut.

“Rakyat kami yang teguh akan terus mempertahankan tanah, hak, dan prinsip-prinsip mereka, sementara perlawanan kami tidak akan menyimpang dari jalan kesetiaan terhadap darah para syuhada dan akan menjaga warisan mereka hingga kebebasan tercapai dan pendudukan dikalahkan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Hamas menyerukan kepada warga Palestina di Jenin dan provinsi-provinsi lainnya di Tepi Barat yang diduduki untuk meningkatkan seluruh bentuk perlawanan terhadap pasukan rezim tersebut dan serangan para pemukim.

Gerakan tersebut juga mendesak umat Arab dan Islam, masyarakat internasional, serta organisasi-organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk segera bertindak menghentikan kejahatan Israel dan mengakhiri impunitas yang mendorong rezim tersebut untuk terus melakukannya.

Sejak 7 Oktober 2023, ketika Israel melancarkan serangan yang disebut sebagai genosida terhadap Gaza, tentara Israel dan para pemukim telah menewaskan 1.183 warga Palestina dan melukai 12.635 lainnya di Tepi Barat yang diduduki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *