Jihad Islam Palestina: Penargetan Para Pejuang Merupakan Upaya Musuh Untuk Menghindari Pelaksanaan Komitmen Gencatan Senjata

JIhad Islami

Al-Quds, Purna Warta – Jihad Islam Palestina menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah pejuang perlawanan dan menyatakan bahwa penargetan terhadap para pejuang serta kader perlawanan di Jalur Gaza merupakan upaya musuh Zionis untuk memaksakan syarat-syaratnya di wilayah tersebut dan menghindari pelaksanaan komitmen tahap pertama gencatan senjata.

Baca juga: Israel Nonaktifkan Sistem Pelacakan Rudal Karena Kekhawatiran Infiltrasi Iran

Menurut laporan Kantor Berita Shihab, gerakan Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan menambahkan bahwa tindakan rezim Zionis juga merupakan upaya untuk menggagalkan seluruh usaha penghentian perang genosida terhadap Jalur Gaza; perang yang terus dilanjutkan pihak pendudukan melalui pembantaian berkelanjutan, pencegahan aktivitas perlintasan — khususnya perlintasan Rafah — serta pengabaian seluruh kesepakatan terkait rekonstruksi Gaza.

Gerakan Jihad Islam juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah pejuang perlawanan dan menyatakan: “Kepada pemimpin nasional terkemuka Khalil al-Hayya dan saudara-saudara kami di Brigade Izzuddin al-Qassam serta gerakan Hamas, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus atas gugurnya para mujahid yang syahid di jalan Masjid al-Aqsa serta di jalan kemuliaan, kebebasan, dan pembebasan.”

Sebelumnya, Hamas juga menanggapi gugurnya Azzam al-Hayya, putra pemimpin gerakan tersebut, dengan menyatakan bahwa penargetan terhadap anak-anak para pemimpin Palestina bukan hanya tidak akan melemahkan posisi perlawanan, tetapi justru akan memperkuat komitmennya terhadap hak-hak rakyat Palestina dan tekadnya untuk meraih hak-hak tersebut, serta memperdalam dukungan rakyat terhadap perlawanan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 9 orang syahid dan 39 lainnya terluka serta dipindahkan ke rumah sakit-rumah sakit di wilayah tersebut.

Baca juga: Hamas Kecam Pembunuhan Putra Al-Hayya Dalam “Serangan Pengecut” Israel di Gaza

Kementerian Kesehatan Gaza juga menyatakan bahwa sejak diumumkannya gencatan senjata pada 11 Oktober (19 Mehr 1404 kalender Iran) hingga kini, sebanyak 846 orang telah syahid, 2.418 orang terluka, dan 769 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.

Berdasarkan statistik kumulatif yang dipublikasikan sejak dimulainya perang genosida rezim Zionis pada 7 Oktober 2023, jumlah total korban syahid mencapai 72.628 orang dan jumlah korban luka mencapai 172.520 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *