Jerman Mulai Mengerahkan Sistem Anti-Rudal Arrow 3 Buatan Israel

Jerman

Berlin, Purna Warta – Jerman telah mulai mengoperasikan sistem rudal Arrow 3 yang dibelinya dari rezim Israel, melanjutkan kerja sama militer yang tetap berjalan meskipun perang genosida di Gaza terus berlangsung.

Baca juga: Serangan Zionis ke Tepi Barat Berlanjut: Pembakaran Mobil Warga Palestina

Komponen pertama dari sistem tersebut mulai dioperasikan pada Rabu di Pangkalan Udara Schönewalde/Holzdorf di Brandenburg. Para pejabat menyebutkan bahwa dua lokasi tambahan telah direncanakan.

Juru bicara militer, Kolonel Mitko Müller, menyatakan bahwa lebih banyak komponen akan ditambahkan secara bertahap, dan sistem tersebut pada akhirnya akan terintegrasi ke dalam struktur pertahanan udara NATO dan Uni Eropa.

Pengoperasian sistem buatan Israel ini dilakukan di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap perang Israel di Gaza, di mana lebih dari dua tahun pemboman telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan besar-besaran. Kelompok hak asasi dan sejumlah pemerintah mendesak negara-negara Barat meninjau kembali kerja sama persenjataan dengan Tel Aviv.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, membela pengadaan tersebut dengan mengatakan bahwa langkah itu ditujukan untuk memperkuat perlindungan terhadap ancaman rudal jarak jauh. Dalam keterangannya kepada dpa, ia menyebut bahwa sistem tersebut akan meningkatkan kemampuan peringatan dini serta memperkuat peran Jerman di dalam NATO.

Jerman mengklaim bahwa mereka khawatir terhadap kemungkinan serangan Rusia, dengan dugaan bahwa pasukan Rusia akan menyerang negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengklaim bahwa penilaian intelijen terbaru menunjukkan pasukan Rusia tengah melakukan persiapan untuk serangan di masa mendatang.

Baca juga: Mayoritas Warga Israel Menolak Pemberian Grasi bagi Netanyahu dalam Survei Terbaru

Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mereka telah menerima peringatan terkait hal tersebut. “Dinas intelijen kami mengeluarkan peringatan mendesak: setidaknya, Rusia sedang menciptakan opsi bagi dirinya untuk melancarkan perang terhadap NATO paling cepat pada 2029,” demikian pernyataan itu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jerman menyebut total biaya kesepakatan untuk pembelian sistem Arrow 3 buatan Israel mencapai 3,8 miliar euro (4,4 miliar dolar AS).

Berlin dan Tel Aviv menandatangani kesepakatan tersebut pada September 2023, beberapa pekan setelah rezim Israel memperoleh persetujuan dari Washington.

Sistem rudal Arrow 3 dikembangkan dan diproduksi bersama oleh rezim Israel dan Amerika Serikat.

Dari 7 Oktober 2023 hingga 5 Juni 2025, Jerman telah mengizinkan penjualan senjata ke Israel dengan total lebih dari 492 juta euro (573 juta dolar AS).

Jerman menandatangani berbagai perjanjian pengadaan militer dengan perusahaan-perusahaan Israel dan mengekspor sejumlah besar persenjataan kepada pasukan rezim Israel, meskipun terjadi peningkatan penolakan publik terhadap perang genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Karena tekanan publik akibat agresi Israel ke Gaza, Kanselir Jerman, Friedrich Merz—yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel—memerintahkan pembatasan ekspor senjata ke Israel pada bulan Agustus.

Merz kemudian mencabut kembali pembatasan tersebut, dengan alasan adanya gencatan senjata rapuh di Gaza yang ditengahi Amerika Serikat pada 10 Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *