Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan internasional, pasukan pendudukan Israel pada Jumat dini hari kembali menyerbu sejumlah wilayah di Tepi Barat dan terlibat bentrokan dengan para warga Palestina.
Baca juga: Mayoritas Warga Israel Menolak Pemberian Grasi bagi Netanyahu dalam Survei Terbaru
Laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel menyerbu kota Beit Ummar, kemudian kawasan Ain Sarah di Al-Khalil (Hebron), dan menembakkan granat kejut. Sumber-sumber lokal Palestina mengonfirmasi terjadinya bentrokan antara warga Palestina dan pasukan pendudukan di wilayah Tepi Barat tersebut.
Dalam rangkaian serangan lainnya, pasukan Israel beberapa kali menyerang kota Beit Furik di Nablus dan menembakkan flare penerangan. Setelah menyerbu kota tersebut, pasukan Israel menduduki jalan-jalan utamanya. Pada saat yang sama, desa Asira al-Qibliya juga menjadi sasaran serangan.
Pasukan pendudukan turut menyerbu Turmus Ayya dan kamp pengungsi Al-Jalazoun di utara Ramallah, dan wilayah-wilayah itu dilaporkan mengalami bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel. Perkembangan terakhir juga menunjukkan adanya serangan ke kota Qibya di sebelah barat Ramallah.
Para pemukim Zionis, bersamaan dengan serangan militer Israel ke desa Al-Taybeh di timur Ramallah, turut melakukan penyerangan dan membakar dua kendaraan milik warga Palestina serta menuliskan slogan-slogan anti-Palestina.
Sejak pertengahan Januari lalu, bertepatan dengan gencatan senjata sebelumnya di Jalur Gaza, rezim Israel telah melancarkan gelombang serangan besar terhadap Tepi Barat, khususnya kawasan utara dan kamp-kamp pengungsinya. Dalam beberapa hari terakhir, sementara hampir dua bulan telah berlalu sejak gencatan senjata terbaru di Gaza, pasukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke provinsi Tubas di utara Tepi Barat.
Israel mengklaim bahwa tujuan operasi ini adalah memburu individu bersenjata yang diduga terlibat dalam operasi anti-Israel. Namun bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari rencana pendudukan untuk melaksanakan proyek aneksasi, memaksa warga Palestina mengungsi, memperluas permukiman, dan pada akhirnya menghapus identitas Palestina di Tepi Barat.
Sejak dimulainya operasi besar-besaran ke Tubas pada Rabu pekan lalu, pasukan Israel telah melakukan serangan brutal ke berbagai wilayah provinsi tersebut dan daerah lainnya di Tepi Barat. Akibatnya, ratusan orang terluka dan sejumlah warga Palestina—kebanyakan anak-anak dan remaja—tewas.
Selain itu, pasukan pendudukan selama periode ini telah menangkap ratusan orang dan menyiksa mereka. Serangan para pemukim Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka, yang mendapat perlindungan dari militer pendudukan, terus berlangsung di berbagai wilayah Tepi Barat. Para pemukim juga telah merusak banyak lahan pertanian serta kebun zaitun milik warga Palestina.


