Washington, Purna Warta – Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sekitar sepertiga warga dewasa Amerika Serikat meyakini Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina selama perang yang berlangsung di Jalur Gaza yang diblokade.
Survei yang dilakukan oleh Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research (AP-NORC) dan dipublikasikan pada 7 Juli menemukan bahwa sekitar 30 persen warga Yahudi Amerika juga berpendapat bahwa Israel telah melakukan genosida di wilayah Palestina tersebut. Sebaliknya, hanya dua dari sepuluh responden dewasa di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa genosida “tidak terjadi.”
Survei tersebut juga menunjukkan adanya perubahan sikap di kalangan warga Yahudi Amerika. Jika pada awal respons Israel terhadap Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, sekitar 75 persen responden Yahudi menilai tindakan Israel “dapat dibenarkan”, kini hanya sekitar 40 persen yang masih mempertahankan pandangan tersebut terhadap operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza.
Setelah puluhan tahun memperoleh dukungan bipartisan yang relatif kuat di Amerika Serikat, hasil survei ini menunjukkan menurunnya dukungan publik terhadap Israel, terutama di kalangan Partai Demokrat, serta mulai munculnya perbedaan pandangan di antara pemilih Partai Republik.
Perubahan tersebut juga terlihat pada berbagai kelompok usia. Sebanyak 57 persen anggota Partai Demokrat berusia lebih tua kini mendukung peningkatan bantuan bagi rakyat Palestina, naik dari 39 persen dua tahun sebelumnya.
Selain itu, 62 persen responden Partai Demokrat menilai bahwa pemerintah Amerika Serikat belum memberikan dukungan yang memadai kepada rakyat Palestina.
Di kalangan Partai Republik, mayoritas (60 persen) masih berpendapat bahwa tingkat dukungan Amerika Serikat terhadap Israel “sudah tepat.”
Namun demikian, dukungan untuk mempererat hubungan dengan Israel juga mengalami penurunan di kalangan Partai Republik. Persentase responden Republik yang menilai Amerika Serikat “belum cukup mendukung Israel” turun tajam dari 39 persen pada 2024 menjadi hanya 15 persen dalam survei terbaru.
Perbedaan pandangan juga mulai tampak di kalangan pemilih Republik berusia muda, di mana sekitar 20 persen menyatakan bahwa tindakan Israel di Jalur Gaza dapat dikategorikan sebagai genosida.
Survei tersebut menyebut bahwa perubahan opini di Amerika Serikat sejalan dengan semakin memburuknya citra internasional Israel di tengah operasi militernya di Gaza dan konflik yang lebih luas di kawasan.
Sementara itu, survei Pew Research Center yang dipublikasikan pada 4 Juni dan mencakup 36 negara menunjukkan bahwa mayoritas responden di berbagai negara kini memiliki pandangan yang tidak menguntungkan (unfavorable) terhadap Israel.
Dukungan masyarakat Amerika Serikat terhadap operasi militer Israel di Gaza juga disebut terus menurun, termasuk di kalangan kelompok-kelompok yang selama ini dikenal sebagai pendukung Israel.
Perubahan sikap tersebut juga terlihat pada tingkat kepemimpinan politik. Mayoritas responden di sebagian besar negara yang disurvei menyatakan tidak memiliki kepercayaan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk “melakukan hal yang benar dalam urusan dunia.”
Tingkat isolasi diplomatik Israel disebut paling terlihat di Eropa dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, di mana penolakan terhadap kebijakan Israel semakin meluas.
Di negara-negara seperti Italia, Spanyol, dan Belanda, sekitar separuh responden menyatakan memiliki pandangan yang “sangat tidak menguntungkan” terhadap Israel. Sementara itu, sedikitnya 90 persen warga berhaluan kiri di sebagian besar negara Eropa dan Australia juga memberikan penilaian negatif terhadap negara tersebut.
Sebelumnya, pada April, sejumlah jajak pendapat juga menunjukkan bahwa hampir 60 persen warga Amerika Serikat memiliki pandangan yang tidak menguntungkan terhadap Israel setelah terjadinya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.


