Teheran, Purna Warta – Dalam aksi brutal lainnya, pasukan Israel melancarkan serangan langsung terhadap petugas penyelamat Palestina di Khan Younis, Gaza selatan, saat mereka sedang membawa jenazah para martir. Saksi mata melaporkan bahwa serangan Israel sengaja menargetkan tim darurat yang sedang melakukan upaya kemanusiaan.
Baca juga: Israel Hancurkan Lebih dari 1.000 Bangunan di Kota Gaza
Serangan itu terjadi saat petugas medis dan relawan sedang memindahkan jenazah warga Palestina yang tewas dalam pengeboman sebelumnya.
Sumber-sumber lokal mengecam serangan itu sebagai bagian dari kejahatan sistematis Israel terhadap warga sipil dan petugas bantuan di Gaza.
Insiden ini menambah bukti yang semakin banyak tentang apa yang digambarkan oleh para pejabat regional dan organisasi kemanusiaan sebagai pengabaian Israel terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza telah mengonfirmasi bahwa empat jurnalis termasuk di antara korban tewas dalam serangan Israel di Rumah Sakit Nasser.
“Jumlah jurnalis yang gugur meningkat menjadi 244 setelah pengumuman gugurnya empat jurnalis dalam serangan di Rumah Sakit Nasser,” demikian pernyataan resminya.
Mereka menyebut nama jurnalis yang gugur sebagai Hossam Al-Masri, Mohammed Salama, Mariam Abu Daqa, dan Moaz Abu Taha.
Baca juga: Serangan Israel di Rumah Sakit Gaza Membantai Warga Sipil dan Jurnalis
“Rekan-rekan jurnalis gugur ketika pendudukan Israel melakukan kejahatan mengerikan dengan mengebom sekelompok jurnalis yang sedang melakukan liputan pers di Rumah Sakit Nasser di Kegubernuran Khan Younis, dan banyak yang gugur menjadi korban kejahatan ini.
“Kami menganggap pendudukan Israel, pemerintah Amerika, dan negara-negara yang terlibat dalam kejahatan genosida seperti Inggris, Jerman, dan Prancis sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan brutal yang keji ini.”
Israel telah menewaskan sedikitnya 62.622 orang dan melukai 157.673 orang dalam perang genosida di Gaza.


