Al-Quds, Purna Warta – Sedikitnya tiga warga sipil, termasuk seorang remaja, tewas akibat tembakan Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza yang dikepung, sementara rezim tersebut terus melakukan pelanggaran gencatan senjata hampir setiap hari terhadap kelompok perlawanan Palestina.
Petugas medis melaporkan bahwa para korban tewas termasuk seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun. Alaa al-Din Muhammad Zuhair Asraf tewas akibat tembakan Israel pada hari Minggu di kawasan Jorat al-Lut, selatan Khan Yunis.
Seorang nelayan berusia 32 tahun, Abdulrahman Abdel-Hadi Al-Qann, tewas setelah pasukan angkatan laut Israel menembaknya di kepala saat ia berlayar di perairan pesisir kota tersebut. Seorang nelayan lainnya juga mengalami luka dalam insiden itu.
Sementara itu, Fadi Najib Salah tewas akibat tembakan tentara Israel di wilayah al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza bagian selatan.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel membunuh seorang pria berusia 27 tahun di dekat halte bus di lingkungan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza. Pusat tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan Israel menembak dan melukai seorang warga Palestina lainnya di bagian perut dekat Rumah Sakit Nasser, barat Khan Yunis.
Seorang perempuan berusia 45 tahun ditembak dan tewas oleh tembakan Israel di Beit Lahia, di barat laut Jalur Gaza yang dikepung. Jenazahnya dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Sebelumnya pada hari yang sama, sumber medis mengonfirmasi bahwa seorang anak perempuan Palestina berusia 11 tahun tewas akibat tembakan Israel di Beit Lahia.
Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, pasukan Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, yang mengakibatkan setidaknya 420 warga Palestina tewas dan sekitar 1.200 lainnya luka-luka.
Perjanjian gencatan senjata tersebut menyusul perang genosida Israel di Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023 dan berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Genosida tersebut telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, melukai lebih dari 171.000 orang, serta menyebabkan kehancuran luas, dengan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza mengalami kerusakan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.


