Israel Manfaatkan AI dan Jaringan Pendukung Trump dalam Kampanye Pengaruh di AS

AI

Washington, Purna Warta – Sebuah surat kabar Amerika Serikat melaporkan bahwa Israel menjalankan kampanye senilai 50 juta dolar AS untuk memengaruhi opini publik di Amerika Serikat dan memperbaiki citranya di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan negara tersebut.

Baca juga: Serangan Israel di Gaza Meningkat; 13 Warga Palestina Tewas dalam Sehari

Menurut laporan The Wall Street Journal menyebut pemerintah Israel meluncurkan kampanye komunikasi dan promosi bernilai sekitar 50 juta dolar AS yang bertujuan membentuk opini publik Amerika agar lebih mendukung Israel.

Laporan tersebut menyatakan bahwa pemerintah Israel berupaya memperbaiki citranya di Amerika Serikat dengan melibatkan para influencer media sosial serta sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan Presiden AS Donald Trump.

The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa dalam kampanye tersebut, Israel memanfaatkan jutaan materi teks yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai bagian dari strategi komunikasinya.

Sebelumnya, Politico juga melaporkan adanya kekhawatiran yang meningkat di kalangan pemerintah Israel dan para pendukungnya di Amerika Serikat terkait penurunan dukungan politik dan opini publik terhadap Israel di AS. Menurut laporan itu, penurunan tingkat dukungan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap kebijakan Israel dari kalangan Partai Republik maupun Partai Demokrat.

Sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023, citra Israel di Amerika Serikat menjadi semakin terpolarisasi. Sejumlah survei opini menunjukkan dukungan terhadap Israel masih kuat di sebagian kelompok masyarakat, tetapi menurun secara signifikan di kalangan pemilih muda, mahasiswa, dan sebagian anggota Partai Demokrat. Isu-isu seperti korban sipil di Gaza, bantuan militer AS kepada Israel, dan kebijakan pemerintah Israel menjadi fokus perdebatan publik di Amerika Serikat.

Baca juga: Haaretz: Satu Panggilan Telepon dari Azerbaijan Disebut Hentikan Pemungutan Suara Knesset tentang Genosida Armenia

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye komunikasi dan hubungan masyarakat juga semakin umum dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, maupun organisasi politik di berbagai negara. Namun, penggunaan AI untuk memengaruhi opini publik memunculkan perdebatan mengenai transparansi, etika, dan potensi penyebaran informasi yang menyesatkan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel yang mengonfirmasi secara rinci isi maupun mekanisme kampanye senilai 50 juta dolar AS sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *