Israel Lancarkan Serangan Darat di Kota Gaza

dilalap api

Al-Quds, Purna Warta – Kota Gaza dilalap api sebelum fajar pada hari Selasa (16 September 2025) ketika Israel melancarkan serangan darat baru, menewaskan puluhan warga sipil dan mengubur keluarga-keluarga di bawah reruntuhan.

Baca juga: Enam Belas Negara Peringatkan Israel agar Tidak Serang Armada Bantuan ke Gaza

Warga Palestina melaporkan serangan hebat di seluruh kota sepanjang malam, ketika militer melepaskan bombardemen besar-besaran sembari pasukan daratnya bergerak lebih jauh ke dalam pusat perkotaan terbesar di wilayah itu.

Militer menyatakan jumlah tentaranya akan meningkat dalam beberapa hari ke depan untuk menghadapi hingga 3.000 pejuang Hamas di kawasan tersebut. Menurut seorang pejabat militer, ofensif ini adalah “fase utama dari rencana untuk Kota Gaza.”

Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza mengatakan mereka menerima jenazah 20 orang yang tewas dalam satu serangan yang mengenai beberapa rumah di sebuah lingkungan di bagian barat, dan 90 orang lainnya yang luka-luka tiba di fasilitas itu pada hari Selasa.

“Malam yang sangat berat di Gaza,” kata Dr. Mohamed Abu Selmiyah, direktur Rumah Sakit Shifa, kepada The Associated Press.
“Pemboman tidak berhenti sedetik pun,” ujarnya. “Masih ada jenazah di bawah reruntuhan.”

Para saksi mengatakan pemboman semalaman oleh rezim itu meratakan sebuah blok perumahan di utara Kota Gaza menjadi timbunan puing.

Warga Palestina Abu Abd Zaqout kepada AFP mengatakan sekitar 50 orang — termasuk perempuan dan anak-anak — berada di dalam sebuah gedung tempat tinggal ketika bangunan itu dihantam pada malam hari.
“Saya tidak tahu mengapa mereka membomnya,” katanya. “Mengapa membunuh anak-anak yang sedang tidur dengan aman seperti itu, mengubah mereka menjadi potongan-potongan tubuh? Kami mengeluarkan anak-anak itu dalam potongan-potongan.”

Sementara itu, menteri urusan militer Israel, Israel Katz, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa militer “memukul dengan tangan besi” apa yang dia sebut “infrastruktur teroris” di Kota Gaza.

Ia mengatakan ofensif itu bertujuan menciptakan “kondisi untuk pembebasan sandera dan kekalahan Hamas.”
“Kami tidak akan mundur dan kami tidak akan kembali — sampai misi selesai,” ancam Katz, seraya menambahkan, “Gaza sedang terbakar.”

Baca juga: #GameOverIsrael: Mantan Pesepak Bola, Kelompok HAM, dan Influencer Luncurkan Kampanye Boikot Israel

Israel lama menuduh Hamas membangun infrastruktur militer di dalam kawasan sipil, terutama di Kota Gaza — tuduhan yang berulang kali dibantah oleh kelompok perlawanan itu.

Serangan semalaman itu terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan dukungan penuh pemerintahan Trump kepada Benjamin Netanyahu saat kunjungannya ke al-Quds pada hari Senin.
Rubio mengatakan prioritas Washington adalah pembebasan sandera Israel dan kehancuran Hamas.

Namun, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah yang diduduki, Francesca Albanese, mengatakan tujuan ofensif Kota Gaza adalah menjadikannya tak layak huni.
“Inilah bagian terakhir Gaza yang harus dijadikan tidak dapat ditinggali,” kata Albanese pada hari Senin.

Warga yang masih berada di kota diperingatkan bahwa mereka harus pergi dan menuju ke selatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *