#GameOverIsrael: Mantan Pesepak Bola, Kelompok HAM, dan Influencer Luncurkan Kampanye Boikot Israel

game over

Purna Warta –  #GameOverIsrael sebuah kampanye internasional yang didukung, antara lain, oleh mantan pesepak bola ternama serta kelompok pendukung sepak bola, tengah berupaya mendorong negara-negara untuk memboikot tim sepak bola Israel.

Baca juga: Gaza di Ambang Kehancuran: Lembaga Bantuan Internasional Desak Para Pemimpin Dunia Bertindak

Kampanye bertajuk #GameOverIsrael, diluncurkan pada Selasa (16 September 2025), bertujuan agar sejumlah negara dengan sejarah sepak bola gemilang — termasuk Inggris, Perancis, Italia, dan Spanyol — menangguhkan tim Israel.

Negara-negara tersebut juga diharapkan melarang klub-klub Israel ikut serta dalam kompetisi kontinental dan mencegah pemain Israel bergabung dengan liga domestik mereka.

Selain itu, Belgia, Yunani, Irlandia, Norwegia, dan Skotlandia juga menjadi target kampanye untuk didorong mengambil sikap serupa.

Upaya ini turut mendapat dukungan dari lembaga hak asasi manusia, kelompok aktivis, dan tokoh-tokoh terkenal.

Menurut laporan media Inggris Novara Media, beberapa pendukung utama gerakan ini antara lain mantan pesepak bola Perancis Eric Cantona, mantan pemain dan komentator sepak bola Inggris Gary Lineker, mantan menteri keuangan Yunani Yanis Varoufakis, aktor Irlandia Liam Cunningham, serta seniman Inggris Bobby Vylan.

Protes atas ‘serangan terhadap kehidupan Palestina’

Menurut laporan tersebut, aksi protes terkoordinasi telah direncanakan di sembilan negara, dengan para pengampanye menuntut federasi sepak bola mengambil sikap tegas terhadap rezim Israel atas “serangan terhadap kehidupan Palestina.”

Hal ini merujuk pada kampanye pendudukan dan agresi berdarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun oleh Tel Aviv terhadap rakyat Palestina, termasuk perang genosida di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 hingga sekarang.

Baca juga: Israel akan Kerahkan Jumlah Kendaraan Bermuatan Bom yang ‘Belum Pernah Terjadi’ di Gaza City

Pendukung #GameOverIsrael menyoroti, antara lain, pembunuhan hampir 65.000 warga Palestina dalam genosida tersebut, termasuk 774 atlet dan anggota komunitas olahraga Gaza, serta penghancuran banyak fasilitas olahraga di wilayah pesisir itu.

‘Normalisasi adalah keterlibatan’

Novara Media juga mengutip Richard Falk, mantan pelapor khusus PBB, yang menyoroti keterlibatan internasional yang selama ini menguntungkan kelanjutan agresi Israel.

“Israel selama bertahun-tahun telah menggunakan budaya dan olahraga untuk menutupi pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia,” ujar mantan pejabat PBB yang kini memimpin Gaza Tribunal, sebuah tribunal non-pemerintah dan forum penyelidikan publik di London.

“Badan pengatur olahraga telah secara memalukan terlibat selama genosida ini.”

Menurutnya, menentang praktik sportswashing Israel adalah kewajiban moral:
“Menuntut agar federasi sepak bola di Eropa dan dunia memboikot Israel adalah hal yang sepenuhnya sah dan secara moral wajib,” tegasnya. “Normalisasi adalah keterlibatan.”

Tekanan internasional kian meningkat

Bulan lalu, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Italia menekan federasi nasional agar menuntut penangguhan Israel.

Tak lama kemudian, federasi Norwegia berjanji menyalurkan hasil pertandingan kualifikasi mendatang melawan tim Israel untuk bantuan kemanusiaan di Gaza.

Dan pada Senin, perdana menteri Spanyol meningkatkan tekanan dengan mendesak agar Israel sepenuhnya dikeluarkan dari ajang olahraga internasional, dengan alasan rezim itu tidak boleh menggunakan panggung olahraga untuk “menutupi” kampanye militernya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *