Gaza, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan lokal, menara hunian Al-Kawthar yang terletak di kawasan Tel al-Hawa, selatan Kota Gaza, dibombardir setelah penghuni menerima peringatan evakuasi dari militer Israel. Serangan tersebut menjadikan Al-Kawthar sebagai menara keenam yang dihancurkan oleh pasukan pendudukan sejak dimulainya agresi terbaru.
Baca juga: Konferensi Rabbi di Baku: Proyek Penetrasi Lunak Zionisme ke Dunia Islam
Jaringan Al Jazeera mengutip laporan wartawannya yang menyebut pasukan Israel menembakkan sejumlah rudal ke arah menara Al-Kawthar hingga bangunan bertingkat itu luluh lantak. Tidak lama berselang, menara hunian Mahna di kawasan yang sama juga menjadi target dan rata dengan tanah.
Pemerintah Gaza: Israel Gunakan Dalih Palsu
Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza menegaskan bahwa Israel berusaha menjustifikasi kejahatannya dengan dalih menyerang kelompok perlawanan. “Faktanya, mereka justru menargetkan menara permukiman dan sekolah dengan tujuan melakukan genosida serta pengusiran paksa terhadap warga sipil,” bunyi pernyataan resmi.
Kantor Media Palestina menambahkan, Israel menyebarkan narasi menyesatkan melalui media dalam dan luar negeri untuk menutupi aksi sistematisnya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan rangkaian pembantaian, penghancuran, dan pengungsian massal yang tidak ada kaitannya dengan klaim palsu mereka.
Baca juga: Sabra dan Shatila: 43 Tahun Lalu dan 43 Jam Horor Israel yang Guncang Dunia
Seruan kepada Dunia Internasional
Pemerintah Gaza menyerukan kepada masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta lembaga-lembaga HAM global agar segera menjalankan tanggung jawab hukum dan moral mereka. Mereka diminta mengambil langkah serius untuk menghentikan kejahatan ini serta membawa para pelaku ke pengadilan sesuai prinsip hukum internasional.


