Gaza, Purna Warta – Tentara Israel dilaporkan membuang sejumlah besar limbah, puing, dan sisa-sisa material konstruksi dari permukiman di luar Jalur Gaza ke dalam wilayah Palestina yang terkepung itu.
Baca juga: AS Menahan Jurnalis Pro-Palestina Sami Hamdi di Bawah Tekanan Lobi Israel
Surat kabar harian Haaretz melaporkan pada Minggu bahwa truk-truk Israel milik perusahaan swasta telah memasuki wilayah Palestina dengan muatan limbah dan puing-puing konstruksi.
Menurut laporan itu, kendaraan-kendaraan tersebut memasuki Gaza melalui pos pemeriksaan Kisufim yang dikendalikan Israel di bagian tengah Jalur Gaza dan kemudian melaju sejauh 200 hingga 300 meter, di mana mereka “menurunkan muatannya di pinggir jalan alih-alih di lokasi pembuangan yang telah ditentukan.”
“Komandan lapangan telah mengeluarkan instruksi yang mengizinkan truk milik perusahaan swasta untuk memasuki Jalur Gaza dan membuang muatan mereka di mana pun mereka mau,” kutip Haaretz dari keterangan sejumlah pejabat keamanan.
Tentara Israel membantah mengetahui hal tersebut dan tidak memberikan komentar resmi.
Selama dua tahun perang genosida Israel, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza telah hancur, menghasilkan sekitar 70 juta ton puing dan reruntuhan.
Pada Kamis lalu, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa wilayah itu kini menjadi “zona bencana lingkungan dan struktural.”
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 61 juta ton puing menimbun Gaza, dan proses pembersihan diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan.
Dengan sekitar tiga perempat bangunan hancur, biaya rekonstruksi Gaza diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober di Jalur Gaza, berdasarkan rencana bertahap yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Tahap pertama mencakup pertukaran tawanan Israel dengan tahanan Palestina.
Namun, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan gerakan perlawanan Palestina Hamas sebanyak 80 kali sejak kesepakatan itu diberlakukan.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 68.519 orang dan melukai lebih dari 170.382 lainnya di wilayah yang terkepung tersebut.


