Tehran, Purna Warta – Iran mengecam keras serangan udara Israel yang terus berlangsung di berbagai wilayah Lebanon selatan, khususnya serangan terhadap kawasan permukiman yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga sipil. Iran juga memuji keteguhan rakyat Lebanon dalam menghadapi pendudukan dan agresi Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam peningkatan ofensif militer Israel terhadap Lebanon dan menggambarkan serangan-serangan terbaru tersebut sebagai bagian dari agresi Israel yang tiada henti terhadap negara tersebut.
Kementerian tersebut juga memuji keteguhan rakyat Lebanon dalam menghadapi hegemoni dan pendudukan rezim Israel yang “membunuh anak-anak”.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kembali dukungan penuh Republik Islam Iran kepada Lebanon ketika negara tersebut berupaya mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.
Kementerian Luar Negeri Iran selanjutnya menyoroti dukungan terbuka Amerika Serikat terhadap serangan Israel dan pendudukan terhadap sejumlah lokasi di Lebanon selatan. Menurut Iran, Washington dengan demikian telah menjadi salah satu kaki tangan utama dalam kekejaman Israel dan harus dimintai pertanggungjawaban.
Pernyataan tersebut juga mengecam kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak menghadapi agresi Israel yang terus berlangsung. Iran memperingatkan bahwa ketidakmampuan tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun global.
Pernyataan itu menyebut bahwa kegagalan untuk merespons tindakan Israel tidak hanya telah merusak kredibilitas dan posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga semakin mendorong rezim Zionis untuk melakukan kejahatan lebih lanjut dan memperluas kebijakan perang.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekretaris jenderalnya [António Guterres], serta seluruh negara anggota berkewajiban mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan serangan keji dan kejahatan perang Israel,” demikian pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyerukan kepada negara-negara Muslim dan negara-negara di kawasan untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam mendukung Lebanon menghadapi agresi Israel yang terus berlangsung. Iran mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggunakan seluruh kapasitas yang tersedia guna menghentikan kejahatan Israel dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.
Pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara dan artileri di berbagai wilayah Lebanon selatan pada Rabu pagi.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pesawat Israel melancarkan serangan pada pagi hari di sekitar Nabatieh al-Fawqa ke arah Kfar Tebnit, sementara tembakan artileri sporadis menyasar Doha Kfar Rouman.
Di distrik Tyre, sebuah drone Israel menjatuhkan tabung-tabung peledak di atas kota Mansouri, sementara tembakan artileri menyasar kawasan tersebut.
Pasukan Israel juga melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah kota Majdal Zoun saat fajar.
Secara terpisah, artileri Israel menargetkan daerah sekitar Qabrikha di distrik Marjayoun.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah ofensif militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon selatan, di mana ketegangan meningkat sejak 2 Maret.
Sejak saat itu, Israel telah melancarkan serangan udara secara luas dan melakukan penyusupan darat di berbagai wilayah Lebanon selatan, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan besar, khususnya di kawasan permukiman dan infrastruktur sipil.
Meskipun telah berlangsung negosiasi selama berbulan-bulan, Israel terus melanjutkan ofensif militernya terhadap Lebanon. Menurut otoritas Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 4.362 orang dan melukai lebih dari 12.378 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Israel terus menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kawasan yang telah didudukinya selama beberapa dekade serta wilayah yang direbut selama perang 2023–2024. Pasukan Israel juga telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon selama ofensif yang sedang berlangsung.


