Indonesia: Keputusan Melarang Atlet Senam Israel Bertujuan Menjaga Ketertiban Internasional

Indonesia

Jakarta, Purna Warta – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keputusannya untuk melarang tim Israel berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik yang tengah berlangsung di Jakarta didasarkan pada kewajiban negara untuk menjaga ketertiban dan tatanan internasional.

Baca juga: ”Menteri Sayap Kanan Israel Hina Arab Saudi: “Lebih Baik Terus Menunggang Unta di Gurun”

Dalam unggahan di Instagram pada Kamis (23/10), Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia memahami konsekuensi dari keputusannya mencegah atlet Israel mengikuti ajang yang dimulai pada 19 Oktober dan akan berlangsung hingga 25 Oktober.

“Kami berpegang pada prinsip menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan masyarakat dalam setiap penyelenggaraan acara internasional,”
ujar Thohir, seraya menambahkan bahwa prinsip tersebut merupakan bagian dari konstitusi Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus berperan aktif dalam berbagai ajang olahraga internasional, agar dunia olahraga nasional dapat menjadi duta dan cerminan keagungan bangsa Indonesia di mata dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) merekomendasikan agar federasi olahraga dunia tidak lagi menggelar ajang internasional di Indonesia, serta menghentikan seluruh pembahasan mengenai kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036.

Awal bulan ini, Indonesia telah mengumumkan penolakan pemberian visa bagi atlet Israel untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut, sebagai bentuk penolakan terhadap perang genosida Israel di Jalur Gaza.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut kehadiran atlet Israel akan menimbulkan luka emosional mendalam bagi sebagian besar rakyat Indonesia di tengah bencana kemanusiaan yang luar biasa di Gaza.

“Kehadiran mereka jelas akan memicu kemarahan publik dalam situasi seperti ini,”
ujarnya kepada wartawan.

Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa keputusan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam pidatonya di Majelis Umum PBB yang mengecam keras kebrutalan Israel terhadap warga Gaza.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga ulama tertinggi di Tanah Air, menyerukan kepada seluruh pihak yang mendukung kemerdekaan Palestina untuk menuntut agar tim Israel dikeluarkan dari ajang tersebut.

Baca juga:  Laporan: AS Susun Rencana Membagi Gaza antara Kendali Israel dan Hamas

“Dengan menolak kehadiran atlet Israel di arena olahraga, kami ingin menegaskan bahwa segala bentuk kolonialisme harus dihapuskan, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,”
kata Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan terus mengecam keras rezim pendudukan tersebut atas tindakan genosidanya di Gaza, yang selama dua tahun terakhir telah menewaskan sedikitnya 68.234 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Israel kini semakin terisolasi di kancah internasional akibat kejahatan perangnya di Gaza, dengan banyak negara berupaya mengecualikannya dari berbagai ajang olahraga dan kegiatan budaya dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *