Al-Quds, Purna Warta – Sebuah indeks global menunjukkan meningkatnya penolakan dunia tidak hanya terhadap rezim Israel, tetapi juga terhadap masyarakatnya, sebagai dampak dari perang genosida terhadap rakyat Gaza.
Baca juga: Pemukim Israel Tabrakkan Kendaraan ATV ke Warga Palestina yang Sedang Salat
Israel menempati peringkat terbawah dalam sebuah indeks pencitraan global untuk tahun kedua berturut-turut, dengan mencatat penurunan paling tajam sejak survei tersebut diluncurkan hampir dua dekade lalu, menurut hasil yang dirilis pada Kamis oleh inisiatif BrandIL.
Survei yang dilakukan antara Agustus hingga September 2025 itu menunjukkan skor keseluruhan Israel turun sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa warga Israel semakin dipersepsikan di luar negeri sebagai persona non grata.
Laporan tersebut mencatat adanya pergeseran signifikan antara 2024 dan 2025, di mana sentimen global negatif tidak lagi terbatas pada kritik terhadap rezim Israel, tetapi juga meluas pada sikap terhadap warga Israel, yang dikaitkan dengan perang genosida di wilayah Palestina yang diblokade.
Tidak hanya kritik global terhadap Israel yang meningkat, tetapi semakin banyak responden yang memandang Israel sebagai negara yang “tidak sah” dan “kolonial”.
BrandIL juga memperingatkan risiko ekonomi yang lebih luas, termasuk menurunnya kepercayaan global, berkurangnya investasi asing, kerusakan sektor pariwisata, serta merosotnya posisi Israel dalam komunitas internasional.
Israel juga berada di peringkat terendah dalam persepsi terhadap ekspor dan produk-produknya, yang mencerminkan meningkatnya keengganan konsumen global untuk membeli barang dan jasa yang terkait dengan wilayah pendudukan Israel.
Selain itu, produk yang berlabel “Made in Israel” turut terdampak negatif secara langsung, seiring dengan berlanjutnya aksi boikot di berbagai belahan dunia.
Peringkat global Israel dalam studi penelitian dan jajak pendapat opini publik telah merosot tajam sejak Oktober 2023, ketika Israel melancarkan agresi militer brutal terhadap wilayah Palestina yang diblokade.
Baca juga: Menlu Mesir: Kairo Terima Tiga Usulan untuk Menerima Pemindahan Paksa Penduduk Gaza
Sebuah survei terbaru YouGov menemukan bahwa dukungan publik terhadap Israel di Eropa berada pada titik terendah pada 2025, dengan kurang dari seperlima responden di Inggris, Prancis, Jerman, Denmark, Spanyol, dan Italia menyatakan pandangan yang positif. Survei tersebut dilakukan pada 12–26 Mei.
Di Amerika Serikat, jajak pendapat Pew Research yang dipublikasikan pada April menemukan bahwa 53 persen warga Amerika kini memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap Israel, naik dari 42 persen pada Maret 2022, sebelum 7 Oktober 2023.
Survei Pew lainnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di berbagai negara dunia memiliki pandangan negatif terhadap Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pandangan terhadap Israel tercatat sebagian besar negatif di 20 dari 24 negara yang disurvei oleh Pew antara Januari hingga April 2025.
Sementara negara-negara Arab dan Muslim sejak lama memiliki pandangan negatif terhadap Israel, jajak pendapat tersebut menyoroti meningkatnya penolakan di Eropa dan Asia Timur.
Persepsi positif terhadap Israel juga terus menurun di Eropa Barat dan di kalangan generasi muda.
Sejak Oktober 2023, pasukan Israel telah membunuh sekitar 71.000 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—di wilayah Palestina yang diblokade.


