Hizbullah: Israel Tidak Akan Bisa Melemahkan Perlawanan Palestina Melalui Pembunuhan Terarah

Hizbullah z

Al-Quds, Purna Warta – Warga Palestina mengikuti prosesi pemakaman Azzam al-Hayya, putra pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya, yang gugur dalam serangan udara Israel, di Kota Gaza, Jalur Gaza, 7 Mei 2026.

Baca juga: Pangkalan Rahasia di Irak… Apa Kaitannya dengan “Israel Raya”!?

Hizbullah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada gerakan perlawanan Hamas atas gugurnya putra seorang pemimpin senior Hamas dalam serangan udara Israel di Gaza timur. Hizbullah menegaskan bahwa pembunuhan terarah dan tindakan brutal tidak akan pernah mampu melemahkan faksi-faksi perlawanan Palestina.

Kepala Hubungan Palestina Hizbullah, Hassan Hoballah, dalam pernyataannya pada Sabtu menekankan bahwa kekejaman Israel justru akan semakin memperkuat komitmen rakyat Palestina terhadap perjuangan sah mereka.

“Kami sangat yakin bahwa tindakan agresi dan pembunuhan berulang seperti ini tidak akan pernah mampu melemahkan tekad rakyat Palestina, sebuah bangsa yang telah mempersembahkan puluhan ribu syuhada demi menapaki jalan menuju kehormatan, kemuliaan, dan pembebasan tanah yang diduduki,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Hoballah menyampaikan belasungkawa tulus kelompok perlawanan Lebanon itu kepada Hamas, kepada pemimpin Hamas di pengasingan sekaligus negosiator utamanya, Khalil al-Hayya, serta kepada bangsa Palestina atas gugurnya Azzam al-Hayya, yang meninggal akibat luka-lukanya pada Kamis setelah serangan udara Israel menghantam kawasan Deraj di Kota Gaza pada malam sebelumnya.

“Kejahatan mengerikan ini sekali lagi mengungkap sifat kriminal dan biadab musuh Zionis, yang terus menargetkan dan membantai perempuan, anak-anak, dan lansia di Gaza serta Lebanon dengan dukungan dan keterlibatan Amerika Serikat,” kata pejabat senior Hezbollah tersebut.

Hoballah juga mengecam keras sikap bungkam masyarakat internasional, termasuk negara-negara Arab dan Muslim, dalam menghadapi kekejaman Israel.

Ia menyatakan bahwa sikap tersebut telah membuat rezim Tel Aviv semakin berani melanjutkan kejahatannya di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Lebanon selatan, serta secara terang-terangan melanggar perjanjian dan kesepakatan internasional.

Baca juga: Pemukim Israel Bakar Rumah dan Mobil dalam Serangan Brutal di Tepi Barat

Pejabat senior Hizbullah itu juga mengkritik negara-negara penjamin gencatan senjata Gaza — Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat — serta apa yang disebut sebagai “Dewan Perdamaian” atas kegagalan total mereka dalam mewujudkan perdamaian dan menjamin keamanan di Gaza.

Ia menegaskan bahwa kelalaian mereka tidak menghasilkan apa pun selain pembunuhan, kehancuran, pengusiran, dan pengepungan di Gaza.

“Musuh Zionis, yang selama bertahun-tahun gagal melemahkan front perlawanan Palestina, tidak akan mampu mewujudkan rencana jahatnya melalui pembunuhan terarah dan kejahatan-kejahatan lainnya. Faksi-faksi perlawanan Palestina akan tetap teguh berpegang pada prinsip, hak, dan kesucian mereka, serta terus berjuang untuk membebaskan tanah mereka,” pungkas Hoballah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *