Gaza, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional agar menekan rezim Zionis untuk mengizinkan jurnalis asing masuk ke Jalur Gaza guna meliput kondisi nyata di wilayah tersebut.
Baca juga: Hamas: RUU Pencaplokan Ilegal Tepi Barat Ungkap Watak ‘Kolonial’ Israel
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa rezim Zionis masih melarang jurnalis media internasional memasuki Jalur Gaza, yang menunjukkan bahwa rezim tersebut berupaya keras menutupi kejahatan mengerikan dan kehancuran besar-besaran yang telah dilakukannya.
Hamas menyerukan kepada organisasi media dan lembaga hak asasi manusia internasional agar menekan rezim pendudukan untuk membuka akses bagi jurnalis asing ke Jalur Gaza, sehingga dunia dapat menyaksikan secara langsung kondisi kemanusiaan yang sebenarnya di lapangan.
Sebelumnya, Organisasi Reporter Tanpa Batas (RSF) juga telah meminta agar Jalur Gaza dibuka untuk media dan jurnalis asing agar mereka dapat melaporkan situasi di wilayah tersebut serta dampak dari perang yang menghancurkan dan penuh kejahatan yang telah berlangsung lebih dari dua tahun akibat agresi militer rezim Zionis.
Baca juga: Indonesia: Keputusan Melarang Atlet Senam Israel Bertujuan Menjaga Ketertiban Internasional
RSF menegaskan bahwa sejak Oktober 2023, jurnalis tidak memiliki akses independen ke Jalur Gaza, dan karenanya organisasi tersebut bergabung dalam gugatan hukum bersama “Asosiasi Pers Asing” yang menuntut agar perbatasan dibuka untuk memungkinkan liputan independen dari dalam wilayah Gaza.


