Al-Quds, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyambut sikap positif dan dukungan yang diambil kelompok negara-negara berkembang BRICS pada akhir KTT para pemimpin BRICS 2026 di New Delhi, India.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Minggu, Hamas mengatakan bahwa Deklarasi New Delhi 2026, yang diadopsi sehari sebelumnya pada awal KTT BRICS selama dua hari di ibu kota India tersebut, secara tegas menegaskan hak-hak rakyat Palestina yang “sah dan tidak dapat dicabut” dalam perjuangan mereka melawan pendudukan Israel.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa deklarasi BRICS menegaskan sejumlah hak utama rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak untuk kembali, serta hak untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di perbatasan tahun 1967 dengan al-Quds sebagai ibu kotanya.
Hamas mengatakan deklarasi tersebut juga mengakui hak Palestina untuk memperoleh keanggotaan penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan secara tegas menolak pemindahan paksa rakyat Palestina maupun segala bentuk perubahan geografis atau demografis di Jalur Gaza.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada negara-negara BRICS atas sikap-sikap penting ini dalam mendukung hak-hak rakyat kami serta menolak pendudukan dan pengusiran,” kata Hamas.
Kelompok Palestina yang menguasai Gaza tersebut menyerukan negara-negara BRICS untuk mengambil langkah-langkah praktis guna memungkinkan rakyat Palestina menjalankan hak-hak mereka dalam menghadapi pendudukan Israel.
Dalam deklarasi New Delhi, negara-negara BRICS juga menegaskan perlunya mengakhiri pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina, sekaligus menolak langkah-langkah sepihak yang bertujuan mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem yang diduduki.
Deklarasi tersebut juga mengecam penggunaan kelaparan sebagai metode perang di tempat-tempat seperti Gaza, serta serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk penghalangan, politisasi, dan militerisasi bantuan kemanusiaan di wilayah Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Iran yang terus-menerus—sebagai anggota BRICS sejak Januari 2024—untuk memaksa diakhirinya perang genosida Israel terhadap Gaza serta ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Negara-negara BRICS lainnya, termasuk Afrika Selatan sebagai salah satu negara pendiri, juga secara terbuka menyuarakan dukungan mereka terhadap Gaza dan penolakan terhadap pendudukan rezim Israel atas Palestina.


