Hamas: Pengeboman Israel terhadap Menara Hunian di Gaza Lebih Buruk daripada Kejahatan Nazi

Hamas4

Gaza, Purna Warta – Hamas mengecam keras Israel atas intensifikasi serangan udara di Kota Gaza yang meratakan ribuan menara hunian, sekolah, dan tempat penampungan keluarga pengungsi. Hamas menegaskan bahwa serangan tersebut lebih buruk daripada kekejaman yang dilakukan Nazi.

“Serangan brutal yang dilancarkan oleh tentara pendudukan teroris terhadap Kota Gaza, melalui pemboman terpusat di kawasan pemukiman dan sekolah yang menampung pengungsi di bagian barat kota, merupakan kejahatan yang kebuasan­nya telah melampaui Nazisme, sebagaimana diketahui dunia,” kata kelompok yang berbasis di Gaza itu dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Hamas menambahkan bahwa kabinet Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang disebut sebagai penjahat perang, terus mengabaikan hukum internasional, dan melanjutkan sikap menantang nilai-nilai kemanusiaan internasional dengan meningkatkan operasi kriminalnya terhadap lebih dari satu juta warga di Kota Gaza.

Gerakan Palestina itu menekankan bahwa rakyat Gaza menghadapi kejahatan pembersihan etnis dan pengusiran paksa yang dilakukan di depan mata komunitas internasional.

Hamas menyeru negara-negara di dunia, masyarakat pencinta kebebasan, serta negara-negara Arab dan Muslim, untuk mengambil tindakan serius dan mendesak demi menghidupkan kembali sistem nilai dan hukum kemanusiaan, serta menolak kehendak tidak adil dari Amerika Serikat yang memberikan perlindungan bagi para penjahat perang, pemimpin pendudukan fasis, dan memberikan kekebalan kepada entitas Zionis nakal sehingga menempatkannya di atas akuntabilitas.

Hamas juga mendesak bangsa-bangsa merdeka untuk meningkatkan aksi dukungan terhadap Gaza, menekan melalui segala cara yang tersedia, menggelar aksi demonstrasi di ruang-ruang publik, dan melanjutkan gerakan solidaritas hingga kejahatan genosida yang sedang berlangsung berhenti.

Pasukan Israel Hancurkan Ribuan Menara Hunian dan Bangunan

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Israel telah menyebabkan “penghancuran total lebih dari 1.600 menara dan gedung hunian bertingkat, kerusakan parah pada lebih dari 2.000 menara dan gedung hunian, serta penghancuran lebih dari 13.000 tenda yang menampung pengungsi.”

Sejak awal September, pasukan Israel telah “menghancurkan dan merobohkan 70 menara dan gedung hunian, merusak parah 120 menara dan gedung hunian, serta lebih dari 3.500 tenda,” bunyi pernyataan tersebut.

Israel terus menghancurkan gedung-gedung tinggi di Kota Gaza, meratakan seluruh blok yang sebelumnya menampung ribuan penduduk.

Pertahanan Sipil Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 50 gedung bertingkat telah dihancurkan dalam beberapa pekan terakhir saat pasukan Israel meningkatkan serangannya ke kota itu, bertepatan dengan lonjakan pengusiran paksa.

Beberapa kawasan mengalami kehancuran hampir total. Di wilayah Zeitoun di Kota Gaza saja, lebih dari 1.500 rumah dan bangunan telah dimusnahkan sejak awal Agustus, sehingga sebagian kawasan kini tidak menyisakan bangunan yang masih berdiri.

Militer Israel melancarkan ofensif brutal terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023, dengan mengabaikan seruan internasional untuk gencatan senjata. Akibatnya, sedikitnya 64.803 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan udara tanpa henti telah menghancurkan kawasan tersebut dan menyebabkan krisis pangan yang parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *