Gaza, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memberikan tanggapan terhadap operasi anti-Israel yang terjadi beberapa jam lalu di wilayah yang diduduki, dan menyatakan bahwa operasi “Al-‘Ufula” mencerminkan kemarahan terpendam rakyat serta merupakan akibat dari kejahatan sehari-hari yang dilakukan oleh pendudukan Israel.
Baca juga: Jihad Islami: Operasi Bisan Merupakan Tanggapan Tegas terhadap Kebijakan Kejahatan Israel
Hamas memperingatkan rezim pendudukan Israel bahwa kelanjutan kebijakan agresif akan membawa konsekuensi berbahaya, dan kejahatan rezim tersebut tidak akan pernah menjamin keamanan bagi mereka.
Gerakan Hamas juga menyerukan kepada rakyat Palestina untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi pendudukan, serta meminta komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan menghentikan diam terhadap kejahatan rezim Israel.
Media rezim Israel melaporkan bahwa dalam serangan oleh pasukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan operasi penabrakan kendaraan di Tepi Barat, dua orang tewas dan setidaknya enam lainnya terluka.
Menurut Organisasi Darurat rezim Israel, operasi tersebut terjadi di tiga lokasi berbeda di Bisan.
Baca juga: ”Pengakuan Badan Intelijen Israel: Tidak Memiliki Mata-Mata di Tingkat Kepemimpinan Hamas
Stasiun radio dan televisi rezim Israel melaporkan bahwa pelaku operasi berasal dari kota Qabatiya di provinsi Jenin.
Sementara itu, Radio Militer Israel mengutip sumber dari Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shabak) menyatakan bahwa pelaku bernama Ahmad Abu Rub, yang terkait dengan Gerakan Jihad Islam Palestina.


