Hamas mengecam rencana pendudukan Gaza oleh Netanyahu

Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Islam Hamas mengecam rencana terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menduduki seluruh Gaza, mencapnya sebagai penjahat perang yang dicari oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

Baca juga: HRW: Israel Gunakan Senjata AS untuk Mengebom Ratusan Sekolah di Gaza

Gerakan perlawanan Islam Hamas mengecam rencana terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menduduki seluruh Gaza, mencapnya sebagai penjahat perang yang dicari oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

Hamas menggambarkan rencana Netanyahu sebagai perpanjangan dari kebijakan genosida dan taktik penggusurannya terhadap rakyat Palestina.

“Apa yang direncanakan oleh penjahat perang Netanyahu merupakan perpanjangan dari kebijakan genosida dan penggusurannya, yang selanjutnya melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina kami di Gaza,” tegas Hamas.

Gerakan tersebut menggambarkan rencana tersebut sebagai pembalikan terang-terangan dari negosiasi gencatan senjata Gaza yang sedang berlangsung.

“Pernyataan Netanyahu merupakan pembalikan yang jelas dari proses negosiasi dan mengungkap motif sebenarnya di balik penarikannya dari putaran gencatan senjata terakhir, meskipun kesepakatan akhir kami hampir tercapai,” tambahnya.

Baca juga: Analis: Langkah Eropa Akui Palestina Didorong Kekhawatiran Kerusuhan Domestik

Hamas menekankan bahwa pernyataan Netanyahu mengungkap niat rezim di balik pembatalan perundingan gencatan senjata terbaru.

“Rencananya untuk mengintensifkan agresi menegaskan tanpa keraguan bahwa ia berusaha meninggalkan tahanannya sendiri, mengorbankan mereka demi kepentingan pribadi dan agenda ideologis ekstremisnya,” tegas Hamas.

Gerakan tersebut memperingatkan bahwa setiap perluasan agresi terhadap Gaza akan mengakibatkan konsekuensi berat bagi pasukan rezim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *