Gaza, Purna Warta – Hamas menyebut klaim tentara Israel bahwa mereka telah menargetkan para komandan kelompok perlawanan sebagai tidak berdasar dan hanya merupakan kedok untuk menutupi kejahatan terhadap kepolisian.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu mengatakan bahwa klaim tentara pendudukan mengenai penargetan para komandan perlawanan sama sekali tidak berdasar. Hamas menyebutnya sebagai klaim palsu yang dibuat untuk membenarkan agresi mereka dan menutupi penargetan yang disengaja terhadap polisi serta warga sipil di Jalur Gaza.
Hamas menambahkan: “Kejahatan mengerikan yang dilakukan tentara pendudukan kriminal siang ini dengan menargetkan markas kepolisian di Kota Gaza, yang menyebabkan gugurnya sembilan orang—sebagian besar merupakan perwira dan anggota kepolisian—serta melukai sejumlah warga, merupakan kejahatan perang baru yang dilakukan pihak Zionis. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan Netanyahu yang terlibat dalam kejahatan perang bersikeras menghindari kewajibannya dan secara praktis menolak melanjutkan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata serta menyelesaikan tahap-tahapnya.”
Pernyataan Hamas tersebut dikeluarkan setelah tentara rezim Israel membombardir markas kepolisian kota di Kota Gaza pada Rabu, yang menyebabkan sembilan anggota kepolisian tewas dan sejumlah lainnya terluka.
Serangan terhadap pusat-pusat pelayanan publik dan personel sipil di Jalur Gaza terjadi ketika berbagai lembaga internasional berulang kali menuduh rezim Israel melanggar hukum humaniter dan dengan sengaja menargetkan warga sipil.
Pada hari yang sama, tentara rezim Israel mengklaim telah membunuh salah satu komandan sayap militer Hamas di wilayah Nuseirat, Gaza tengah.
Menurut klaim tersebut, komandan tersebut dan sejumlah orang yang menjadi sasaran sedang merencanakan serangan terhadap personel militer rezim Israel di kawasan al-Daraj dan al-Tuffah.
Hamas: Pasukan Pendudukan Melakukan Pembantaian
Hazem Qassem, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), pada Rabu mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan terhadap meningkatnya serangan rezim Israel di Gaza dan kinerja Dewan Perdamaian.
Qassem mengatakan: “Pasukan pendudukan telah melakukan pembantaian brutal baru dengan membombardir salah satu fasilitas sipil di Gaza. Ini merupakan eskalasi berbahaya dan bentuk pengabaian sepenuhnya terhadap semua seruan untuk gencatan senjata.”
Ia menambahkan: “Dewan Perdamaian bertanggung jawab atas eskalasi ini karena gagal menjalankan tanggung jawabnya untuk memberikan tekanan kepada pihak pendudukan dan memaksanya mematuhi kesepakatan yang telah dicapai. Oleh karena itu, Dewan Perdamaian kini menghadapi ujian nyata untuk membuktikan kemampuan dan keseriusannya dalam mengelola mediasi dan perundingan.”
Qassem menegaskan bahwa pernyataan para pejabat Dewan Perdamaian yang bertentangan dengan kesepakatan yang telah dicapai memberikan perlindungan politik kepada pihak pendudukan untuk meningkatkan agresinya terhadap rakyat Palestina di Gaza.


