Gaza, Purna Warta – Pejabat senior Hamas, Abdul-Karim Hanini, mengatakan bahwa Israel telah membunuh 6 warga Palestina yang sebelumnya dibebaskan dari penjara, dalam serangan udara di Jalur Gaza yang terkepung.
Baca juga: Penyergapan Berdarah Beit Hanoun untuk Para Pembunuh Anak Gaza
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, Hanini menyebut pembunuhan 6 tahanan Palestina tersebut sebagai bukti berlanjutnya “kebijakan balas dendam dan pembunuhan sistematis” Israel terhadap mereka yang melawan pasukan pendudukan.
“Kami berduka dengan rasa bangga dan hormat atas para syuhada kami yang gugur akibat kejahatan pembunuhan pengecut oleh Zionis. Kami menegaskan bahwa kejahatan ini tidak akan melemahkan tekad rakyat kami, para tahanannya, dan para pembebasnya untuk terus menapaki jalan menuju kebebasan,” ujar Hanini.
“Seluruh kesombongan pendudukan tidak akan mampu menggoyahkan prinsip kami maupun pilihan kami untuk terus melawan hingga pendudukan ini dihapuskan.”
Keenam korban—yang mayoritasnya merupakan warga Palestina yang diasingkan dari Tepi Barat yang diduduki—tewas setelah jet tempur Israel membombardir tenda-tenda pengungsi di kota Zawayda di Gaza tengah dan kawasan Mawasi di sebelah barat Khan Yunis.
Lima dari mereka sebelumnya dibebaskan pada tahun 2011 sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel, yang membebaskan tentara Israel Gilad Shalit.
Korban keenam merupakan salah satu dari warga Palestina yang diasingkan dari Gereja Kelahiran di Bethlehem (Tepi Barat bagian selatan) pada tahun 2002.
Sementara itu, kesaksian “mengguncang” dari warga Palestina mengungkapkan adanya “penyiksaan dan kekerasan sistematis” terhadap warga Gaza yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Kesaksian tersebut mendokumentasikan pemukulan berulang, ancaman, kelaparan, dan isolasi, termasuk terhadap tahanan perempuan.
Sejak 7 Oktober 2023, ribuan warga Palestina dari Tepi Barat telah diculik oleh pasukan Israel, dan ribuan lainnya “menghilang secara paksa” dari Jalur Gaza.
Menurut data dari Palestinian Prisoners Society (PPS), terdapat lebih dari 10.800 warga Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk lebih dari 450 anak-anak dan 50 perempuan.
Jumlah ini merupakan angka tertinggi yang tercatat sejak tahun 2000, dan tidak termasuk mereka yang ditahan di kamp-kamp militer Israel.
Baca juga:Israel Bersikeras Pertahankan Pasukan di Gaza Selatan, Hantam Upaya Gencatan Senjata
Otoritas Israel sebelumnya menyatakan telah mulai memindahkan para tahanan dari Sde Teiman, sebuah bekas pangkalan militer di Gurun Negev, setelah kelompok-kelompok HAM mendesak agar fasilitas tersebut ditutup.
Sejak Oktober 2023, puluhan warga Palestina telah tewas saat berada dalam tahanan Israel.


