Hamas dan Jihad Islami Janji Lakukan Perlawanan Setelah Israel Bunuh Pemuda Palestina

naim

Al-Quds, Purna Warta – Kelompok perlawanan Hamas dan Jihad Islami mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat (23/12), dan menanggapi pembunuhan Mahmoud Naim Badir di kota Kafr Qassem pada hari sebelumnya.

Hamas mengatakan Badir “dieksekusi dengan darah dingin oleh pasukan pendudukan Israel,” dan menambahkan, “Kami menekankan bahwa rakyat Palestina akan melanjutkan perlawanan mereka sampai mengakhiri pendudukan, dan membebaskan tempat suci Muslim dan Kristen mereka, serta mencapai aspirasi mereka untuk kebebasan dan mendirikan negara Palestina, negara dengan al-Quds sebagai ibu kotanya.”

Sementara itu, gerakan perlawanan Palestina Jihad Islami menyerukan perluasan persatuan di antara warga Palestina dalam menghadapi kejahatan tak berkesudahan Israel.

Kejahatan Israel terhadap Palestina di wilayah pendudukan tidak akan pernah merusak ketabahan bangsa, bunyi pernyataan itu. “Kami menyerukan peningkatan solidaritas dan persatuan rakyat Palestina untuk menargetkan penjajah dan menghancurkan stabilitas mereka.”

Pasukan Israel menembak mati pria berusia 23 tahun itu dengan tuduhan bahwa dia melakukan penembakan dan serangan serudukan. Militer Israel mengklaim dua pasukannya terluka dalam insiden itu.

Media Israel mengutip polisi yang mengatakan bahwa operasi itu telah direncanakan beberapa hari sebelumnya dan termasuk menembak dan melempar bom molotov.

Sementara itu, keluarga pria Palestina yang terbunuh menolak skenario Israel. “Pasukan Israel membunuh putra kami Naim Badir dengan darah dingin, dan cerita Israel tentang putra kami yang melakukan serangan terhadap pasukan Israel adalah klaim palsu.”

Keluarga Naim mengatakan “polisi, setelah membunuh putra kami, menyerbu rumah dan menghancurkannya sepenuhnya di depan anak-anak, yang berteriak, menangis, dan ketakutan dengan perilaku kekerasan Israel.”

Meningkatnya serangan pasukan dan pemukim Israel terhadap wilayah pendudukan telah menjadikan tahun 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina sejak 2005, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Serangan itu telah merenggut nyawa sedikitnya 220 warga Palestina, termasuk lebih dari 50 anak-anak. Sebagai pembalasan, Palestina telah membunuh 29 orang Israel, termasuk tentara, pada periode yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *