Anggota Kongres AS “Sangat Prihatin” atas Penangkapan Paksa Mahasiswi Palestina oleh Israel

Abducted

Al-Quds, Purna Warta – Sama Safi, mahasiswi jurusan psikologi di Universitas Birzeit di Tepi Barat yang diduduki, telah ditahan oleh militer Israel selama hampir dua minggu setelah tentara Israel menyerbu rumah keluarganya dalam penggerebekan sebelum fajar pada 2 Juni.

Seorang anggota Kongres Amerika Serikat terkemuka menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan yang dinilainya tidak sah terhadap Sama Safi, mahasiswi Palestina-Amerika berusia 20 tahun yang ditangkap secara paksa dari rumah keluarganya di Tepi Barat yang diduduki dalam operasi militer sebelum fajar pada 2 Juni.

Anggota Kongres Derek Tran menyatakan dalam unggahannya di platform X pada hari Senin bahwa dirinya “sangat prihatin” terhadap penahanan Safi yang terus berlanjut tanpa dakwaan resmi.

“Safi diambil dari rumahnya di tengah malam dan hingga kini masih ditahan tanpa tuduhan,” tulisnya.

Ia menggambarkan penangkapan tersebut sebagai:

“Bagian dari pola yang mengkhawatirkan, di mana rezim Israel menolak memberikan hak-hak dasar proses hukum kepada warga Palestina, yang sering kali membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.”

Tran menambahkan:

“Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk melindungi warganya di luar negeri, dan kita harus menuntut sekutu-sekutu kita mematuhi standar dasar keadilan yang setara di hadapan hukum.”

Ia juga mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump agar:

“Menggunakan seluruh instrumen diplomatik yang tersedia untuk membawa Sama pulang dengan selamat.”

Mahasiswi Berprestasi Universitas Birzeit

Safi merupakan mahasiswi psikologi berprestasi (honors student) di Birzeit University, sebuah universitas yang selama puluhan tahun dikenal sebagai simbol keunggulan akademik Palestina sekaligus perlawanan terhadap pendudukan.

Ia merupakan salah satu dari empat mahasiswi yang ditangkap dalam serangkaian operasi terkoordinasi Israel di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki. Di antara mereka terdapat mahasiswi Birzeit lainnya, termasuk seorang anggota tim nasional sepak bola perempuan Palestina.

Pihak Israel mengklaim bahwa penangkapan tersebut berkaitan dengan tuduhan “mempromosikan aktivitas teroris yang bermusuhan”, sebuah alasan yang menurut para aktivis hak asasi manusia dan sumber-sumber Palestina kerap digunakan untuk membenarkan tindakan terhadap aktivisme mahasiswa Palestina dan gerakan perlawanan yang lebih luas.

Menurut sumber Palestina dan kelompok advokasi hak asasi manusia, penahanan ini merupakan bagian dari kampanye sistematis yang menargetkan generasi muda dan kalangan intelektual Palestina yang menolak tunduk pada pendudukan dan kebijakan diskriminatif.

Kekhawatiran terhadap Kondisi Kesehatan

Sama Safi diketahui menderita penyakit autoinflamasi kronis yang menyebabkan demam berat berulang dan rasa sakit yang melemahkan. Kondisinya memerlukan pengobatan harian secara rutin serta perawatan medis berkelanjutan.

Keluarga dan pengacaranya telah menyampaikan kekhawatiran serius terkait minimnya penanganan medis selama masa penahanan. Safi saat ini ditahan di sebuah pusat interogasi di Yerusalem yang dikenal luas karena berbagai laporan mengenai kondisi penahanan yang keras.

Menurut laporan, pasukan Israel menyerbu rumah keluarganya sekitar pukul 03.00 dini hari, membuat keluarganya ketakutan sebelum membawanya pergi secara paksa.

Sejak saat itu, ia menjalani interogasi tanpa dakwaan resmi, dalam pola yang menurut berbagai organisasi hak asasi manusia serupa dengan praktik yang dialami ribuan tahanan politik Palestina yang ditahan melalui mekanisme penahanan administratif atau tindakan serupa lainnya.

Seruan Pembebasan

Kasus Safi muncul di tengah meningkatnya operasi keamanan Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Sejumlah anggota Kongres dan Senat AS, termasuk Peter Welch dan Chris Van Hollen, turut menyerukan pembebasan segera terhadap Safi.

Mereka menilai kasus tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan terhadap warga negara Amerika Serikat yang berada di luar negeri, terutama ketika mereka menghadapi penahanan tanpa dakwaan yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *