Rusia: Perdamaian Abadi di Asia Barat Tak Bisa Tercapai Tanpa Solusi Adil atas Masalah Palestina

Rusia Gaza

Moskow, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa perdamaian sejati dan abadi di Asia Barat tidak dapat diwujudkan tanpa solusi yang adil dan komprehensif atas masalah Palestina, dengan menekankan bahwa penyelesaian konflik puluhan tahun tersebut tetap menjadi landasan utama untuk mencapai stabilitas di kawasan.

Baca juga: Mantan PM Selandia Baru Serukan Pengakuan Negara Palestina untuk Hentikan Genosida Israel di Gaza

Berbicara dalam konferensi pers di Moskow pada Jumat, juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa keadilan dalam persoalan Palestina adalah fondasi bagi setiap perjanjian damai yang berkelanjutan di Asia Barat.

Ia menambahkan, Rusia tetap berkeyakinan pada pentingnya pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai dengan resolusi internasional yang relevan.

Zakharova juga menyoroti bahwa perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki merupakan hambatan besar bagi tercapainya perdamaian.

Diplomat senior Rusia itu menekankan bahwa komunitas internasional harus mengambil sikap tegas terhadap kebijakan semacam itu, serta melanjutkan tekanan diplomatik guna menjamin hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya jumlah negara yang berkomitmen untuk mengakui negara Palestina pada Sidang Umum PBB (UNGA) pekan depan.

Pada musim semi 2024, sejumlah negara Eropa dan Karibia, termasuk Barbados, Irlandia, Jamaika, Norwegia, dan Spanyol, secara resmi telah mengakui negara Palestina. Saat itu, Perdana Menteri Irlandia Simon Harris menyerukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “untuk mendengarkan suara dunia dan menghentikan bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.”

Baru-baru ini, Australia, Belgia, Kanada, dan Prancis juga mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina.

Sementara itu, Inggris menyatakan secara bersyarat akan mengakui negara Palestina apabila Israel tidak memenuhi kriteria, termasuk persetujuan gencatan senjata di Gaza.

Baca juga: Perancis Larang Wali Kota Kibarkan Bendera Palestina Saat Pengumuman Pengakuan Negara Palestina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras seruan pengakuan tersebut.

Prancis dan Arab Saudi dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama pertemuan mengenai pengakuan negara Palestina di sela-sela UNGA pada 22 September di New York.

Hingga April tahun ini, sekitar 147 negara, atau setara dengan 75 persen dari anggota PBB, telah mengakui negara Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *