London, Purna Warta – Ribuan demonstran memadati area luar Gedung Parlemen Inggris pada Rabu (4/6), menyerukan embargo senjata total terhadap Israel dan mendesak pemerintah Inggris untuk menjatuhkan sanksi segera atas aksi genosida yang terus berlangsung di Gaza.
Aksi ini digelar bertepatan dengan sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) di parlemen, di bawah kampanye bertajuk “Red Line for Palestine.”
Baca Juga : Kim Jong Un Tegaskan Dukungan Tanpa Syarat untuk Rusia dalam Perang Ukraina
Simbol Garis Merah di Sekitar Parlemen
Dalam aksi yang diorganisasi oleh Palestine Solidarity Campaign (PSC) tersebut, para demonstran membentuk rantai manusia yang mengelilingi parlemen—simbol dari garis moral yang tidak boleh dilanggar oleh Inggris, yaitu memfasilitasi kejahatan perang melalui penjualan senjata ke Israel.
Massa meneriakkan slogan seperti “Stop arming Israel” dan “Full embargo now,” menuntut penghentian blokade dan agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza yang kini menghadapi krisis kemanusiaan paling parah.
Politisi dan Selebriti Turun ke Jalan
Aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota parlemen Inggris dan aktor Khalid Abdalla yang menyebut pemerintah Inggris “terlibat langsung dalam genosida.”
Anggota Parlemen dari Partai Buruh, John McDonnell, mengatakan bahwa demonstrasi ini sangat penting karena menunjukkan tekanan rakyat yang terus meningkat terhadap sikap diam pemerintah.
Ben Jamal, Direktur PSC, menegaskan bahwa aksi ini adalah pesan tegas bahwa pemerintah Inggris harus menjatuhkan sanksi atas kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga : Perubahan Prioritas AS: Teknologi Anti-Drone Dialihkan dari Kiev ke CENTCOM
Desakan untuk Tindakan Nyata: Embargo dan Sanksi
Dalam aksinya, para demonstran menuntut embargo total senjata, pembekuan kontrak pertahanan bilateral, dan penghentian proses normalisasi diplomatik dengan Israel.
PM Keir Starmer sempat menyebut ofensif terbaru Israel sebagai tindakan yang “mengerikan, kontra-produktif, dan tak dapat ditoleransi,” namun para pengunjuk rasa menyatakan bahwa retorika tanpa aksi tidak cukup.
Opini Publik Inggris Mulai Berubah
Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Inggris kini mendukung embargo senjata terhadap Israel serta pemberlakuan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.
Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan ekspor senjata ke Israel telah meningkat secara signifikan dalam setahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kekerasan dan jumlah korban sipil di Jalur Gaza.
Desakan Hukum Internasional Meningkat
Sejak Israel melanjutkan serangan brutal ke Gaza pada 18 Maret lalu—melanggar perjanjian gencatan senjata—sedikitnya 54.607 warga Palestina telah gugur, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Baca Juga : Sayyed Khamenei Serukan Persatuan Islam Demi Gaza saat Jemaah Haji Wukuf di Arafah
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Keamanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sementara itu, Israel juga dihadirkan ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida, yang semakin memperkuat seruan global agar negara penjajah tersebut bertanggung jawab secara hukum dan moral.


