Sayyed Khamenei Serukan Persatuan Islam Demi Gaza saat Jemaah Haji Wukuf di Arafah

Sayyed Khamenei Serukan Persatuan Islam Demi Gaza saat Jemaah Haji Wukuf di Arafah

Tehran, Purna Warta Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Sayyed Ali Khamenei, menyerukan persatuan umat Islam dalam menghadapi tragedi kemanusiaan di Gaza, dengan menjadikan semangat spiritual dan kolektif ibadah Haji sebagai inspirasi perjuangan.

Dalam pesannya kepada para jemaah haji, Khamenei menegaskan bahwa musim Haji tahun ini kembali dibayangi oleh penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza dan kawasan Asia Barat secara luas.

Baca Juga : WSJ : Drone dan Rudal Yaman Uji Batas Kekuatan AL Amerika

“Tragedi Kemanusiaan yang Tak Terbayangkan”
Sayyed Khamenei mengecam kekejaman entitas Zionis yang menurutnya telah membawa bencana Gaza ke “tingkat yang tak terbayangkan.” Ia menyoroti kematian anak-anak Palestina akibat kelaparan, kehausan, bom, peluru, dan rudal, menyebutnya sebagai “bencana kemanusiaan yang mendalam.”

“Siapa yang akan bangkit menghadapi tragedi ini?” tanyanya dalam seruan tegas kepada dunia Muslim.

Desak Pemerintah Islam Bertindak
Khamenei menyerukan pemerintah-pemerintah Islam untuk memblokir semua bentuk dukungan yang memungkinkan keberlangsungan agresi Zionis. Ia juga mendorong rakyat di negara-negara tersebut untuk menekan pemerintah mereka agar mengambil sikap nyata membela Palestina.

Meski mengakui adanya perbedaan politik di antara negara-negara Islam, ia menegaskan bahwa perbedaan itu tidak boleh menghalangi persatuan dalam mendukung Gaza.

Ia juga menuduh Amerika Serikat sebagai “komplotan utama dalam kejahatan Israel” dan mendesak negara-negara Islam yang bersekutu dengan AS untuk menanggapi seruan Al-Quran dalam membela kaum tertindas, serta mendesak pemerintah AS agar menghentikan “perilaku brutalnya.”

Baca Juga : Ms. Rachel Siap Korbankan Karier Demi Anak-Anak Gaza

Haji 2025: Jutaan Jemaah di Tengah Suhu Ekstrem
Di sisi lain, pelaksanaan ibadah Haji 2025 tetap berlangsung khidmat meski dihadapkan pada panas ekstrem hingga 42°C dan peraturan ketat. Sekitar 1,5 juta jemaah memadati Mekah dan pada Kamis (hari Arafah), mereka berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan rukun paling utama dalam Haji: wukuf.

Sejak pagi hari, ratusan ribu jemaah bermunajat, berdoa, dan membaca Al-Quran hingga matahari terbenam sebelum bergerak ke Muzdalifah sebagai persiapan Idul Adha.

Pemerintah Saudi berulang kali mengingatkan bahaya sengatan panas, menyarankan agar jemaah tidak keluar antara pukul 10 pagi hingga 4 sore, serta menghindari mendaki bukit Arafah demi mencegah heatstroke.

Baca Juga : Tokoh Evangelis Pro-Israel Pimpin Yayasan Bantuan Gaza di Tengah Kontroversi

Antisipasi Tragedi Panas dan Penertiban Haji Ilegal
Sebagai pelajaran dari musim Haji 2024 yang menewaskan lebih dari 1.300 orang akibat gelombang panas, Saudi meningkatkan langkah pengamanan tahun ini. Menteri Haji Tawfiq al-Rabiah mengungkapkan bahwa lebih dari 250.000 personel dari 40 lembaga pemerintah dikerahkan.

Langkah-langkah tambahan termasuk penambahan 50.000 meter persegi area berbayang, lebih dari 400 unit pendingin, serta ribuan tim medis yang disiagakan di seluruh lokasi suci.

Saudi juga menindak keras jemaah tanpa izin resmi, yang pada tahun sebelumnya menjadi mayoritas korban meninggal akibat tidak memiliki akses tempat tinggal atau transportasi. Drone, patroli darat, dan sistem peringatan digital digunakan untuk mencegah Haji ilegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *