Tel Aviv, Purna Warta – Johnnie Moore, seorang pemimpin evangelis dan penasihat Presiden AS Donald Trump dalam isu lintas agama, telah ditunjuk sebagai kepala baru Gaza Humanitarian Foundation (GHF) — sebuah inisiatif bantuan kemanusiaan yang didukung AS dan Israel namun diselimuti kontroversi menyusul pengunduran diri pimpinan sebelumnya dan kritik terhadap independensinya.
Baca Juga : Netanyahu Pertimbangkan Pecat Edelstein di Tengah Sengketa RUU Wajib Militer Haredi
Moore menggantikan Jake Wood, mantan marinir AS yang mundur dengan alasan bahwa yayasan tersebut tidak mampu mempertahankan independensinya dari kepentingan Israel.
Pengunduran Diri dan Sorotan atas Keterkaitan dengan Israel
Dalam menghadapi kritik internasional yang terus meningkat, Moore membela GHF secara terbuka, bahkan menyebut laporan mengenai warga Palestina yang terbunuh atau terluka saat mencari bantuan di Gaza sebagai “kebohongan yang disebarkan oleh teroris.”
Namun, pembelaan ini tidak menghentikan gelombang pengunduran diri dan hilangnya dukungan dari mitra utama, termasuk Boston Consulting Group (BCG), yang mengundurkan diri setelah menyoroti kurangnya transparansi, sumber pendanaan yang tidak jelas, dan hubungan erat dengan Israel.
BCG Hentikan Dukungan, Operasional GHF Terancam
BCG, yang sebelumnya mengelola logistik utama GHF, secara resmi membatalkan kontraknya pada 30 Mei. Perusahaan mengonfirmasi bahwa semua pekerjaan yang berkaitan dengan proyek Gaza dihentikan karena tidak adanya konsensus dari pemangku kepentingan multilateral. Mereka juga menegaskan tidak menerima pembayaran atas pekerjaan tersebut.
Baca Juga : AS Tarik Pasukan dari Suriah, Pertahankan Satu Basis di al-Hasakah
Seorang karyawan BCG yang memimpin proyek tersebut telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu penyelidikan internal. Menurut Washington Post, BCG memainkan peran krusial dalam membangun infrastruktur GHF, termasuk perencanaan harga dan peralatan untuk membangun empat pusat distribusi di Gaza selatan.
Tiga narasumber yang mengetahui situasi internal menyatakan bahwa GHF akan kesulitan melanjutkan operasi tanpa dukungan logistik dari BCG.
GHF Tutup Sementara, Moore Klaim Distribusi Berhasil
GHF mengumumkan melalui media sosial bahwa seluruh titik distribusi akan ditutup sementara pada hari Rabu untuk “pembaruan dan peningkatan efisiensi,” dan akan dibuka kembali pada Kamis. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut terkait perubahan yang dimaksud.
Moore mengklaim bahwa GHF telah menyalurkan lebih dari tujuh juta makanan dalam satu minggu terakhir — angka yang belum dapat diverifikasi secara independen. Ia mengecam media yang menyoroti ketidakteraturan dan masalah keuangan sebagai “laporan tidak berdasar dari sumber yang telah terbukti tidak akurat.”
Namun demikian, pejabat kesehatan Gaza melaporkan bahwa pada 27 Mei, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah pusat distribusi GHF, menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.
Baca Juga : Shoigu Kunjungi Korea Utara, Bahas Kemitraan Strategis dan Keamanan Regional dengan Kim Jong Un
Kedekatan Moore dengan Israel Timbulkan Keraguan
Biografi Moore di situs The Kairos Company menyebutnya sebagai “sahabat dekat Negara Israel” dan menyatakan perannya dalam mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.
Keterkaitan erat Moore dengan kelompok pro-Israel semakin memicu pertanyaan mengenai netralitas dan independensi GHF, yang dituding sebagai alat propaganda dan pengaruh politik daripada murni lembaga kemanusiaan.


