Ratusan Orang Berunjuk Rasa di London Menentang Serangan AS terhadap Venezuela

London, Purna Warta – Ratusan orang berkumpul di luar Kantor Perdana Menteri Inggris di London untuk memprotes serangan ilegal Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penculikan presiden negara tersebut, menyerukan pembebasan dan kepulangannya segera.

Protes tersebut berlangsung pada Senin sore waktu setempat, dengan para peserta membawa plakat dan bendera Venezuela. Mereka mengutuk kebijakan Presiden AS Donald Trump dan meneriakkan slogan-slogan yang menuntut diakhirinya perang dan pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas serangan di Caracas.

Para pengunjuk rasa juga mengecam unilateralisme AS dan penggunaan demokrasi dan hak asasi manusia secara instrumental, menekankan bahwa serangan militer terhadap negara berdaulat dan penahanan presidennya merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Para demonstran mendesak pemerintah Inggris untuk secara resmi mengutuk tindakan Washington, menekan Gedung Putih untuk segera menghentikan operasi militer, dan membantu memastikan kepulangan presiden Venezuela.

Salah seorang demonstran mengatakan serangan itu merupakan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan memperingatkan bahwa Inggris tidak boleh menjadi kaki tangan dengan berdiam diri. Peserta lain menolak klaim bahwa operasi tersebut terkait dengan demokrasi atau pemberantasan narkotika, dengan alasan bahwa operasi itu didorong oleh minyak dan sumber daya alam.

Serangan AS pada hari Sabtu memicu reaksi internasional, dengan Iran, Rusia, dan negara-negara lain mengutuknya. Terlepas dari sikap hati-hati pemerintah Inggris, para pembuat undang-undang senior Inggris dari berbagai partai telah menyebut operasi tersebut ilegal dan memperingatkan terhadap penyebaran hukum rimba dalam hubungan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *