Bentrok dengan Polisi, Sejumlah Pengunjuk Rasa Pro-Palestina di Italia Terluka

Several

Roma, Purna Warta – Sekitar 10 orang terluka dalam sebuah demonstrasi pro-Palestina di Italia setelah polisi berusaha membubarkan massa dengan meriam air dan gas air mata.

Baca juga: Syahid Nasrallah dalam Pandangan Pemimpin Revolusi: Dari “Saudara Tercinta” hingga “Permata Cemerlang Lebanon”

Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina, di tengah genosida yang sedang berlangsung di Gaza, digelar di berbagai kota wilayah Piedmont, Italia utara, pada Sabtu.

Massa yang datang dari berbagai daerah bergerak menuju kota Turin, namun dihadang aparat dengan meriam air dan gas air mata.
“Izinkan kami lewat; kami memohon kemanusiaan Anda,” teriak para demonstran sebelum bentrokan pecah.

Setelah polisi tetap menolak membuka jalan, pengunjuk rasa melemparkan batu, bom asap, dan petasan ke arah aparat.
Akibat bentrokan tersebut, sedikitnya 8 pengunjuk rasa dan 2 polisi mengalami luka ringan dan dibawa ke rumah sakit.

Gelombang aksi pro-Palestina yang dimulai pada Jumat di Roma, Milan, Napoli, dan Bologna, pada Sabtu meluas ke Florence, Pisa, Ancona, Trieste, Bari, dan Alessandria.

Jumlah demonstrasi solidaritas untuk Gaza dan rakyat Palestina terus bertambah di pelabuhan, universitas, sekolah, dan alun-alun publik di Italia menjelang aksi nasional yang dijadwalkan pada 4 Oktober di Roma.

Pada 22 September, sejumlah serikat akar rumput menyerukan mogok umum 24 jam di seluruh Italia untuk memprotes keterlibatan negara itu dalam genosida di Gaza.
Aksi bertema “Mari hentikan semuanya” tersebut bertujuan memblokir secara nasional pelabuhan, jalan, dan tempat kerja guna menghentikan pengiriman senjata serta pasokan ke wilayah pendudukan Israel.

Ratusan ribu warga Italia ikut serta dalam mogok tersebut dan mengecam kebijakan pro-Israel Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Namun aksi juga diwarnai bentrokan ketika polisi kembali menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca juga: Hamas Peringati Hari Syahid Pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah

Imbas dari protes tersebut, panitia lomba sepeda Giro dell’Emilia memutuskan melarang keikutsertaan tim Israel, khawatir aksi pro-Palestina akan mengganggu jalannya acara, sebagaimana terjadi di Spanyol.

Sejak melancarkan perang genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, rezim Israel telah menewaskan hampir 66.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 167.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *