Toronto, Purna Warta – Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di New York City dan Toronto pada hari Sabtu, menuntut diakhirinya kampanye kelaparan oleh rezim Israel di Jalur Gaza. Demonstrasi di kedua kota tersebut berfokus pada krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah yang terkepung, dengan para peserta memegang spanduk yang menyerukan segera diakhirinya kelaparan yang diberlakukan terhadap warga Palestina di sana.
Baca juga: Kepala Staf Israel Setujui Rencana Pengambilalihan Kota Gaza
Unjuk rasa di New York, AS, diorganisir oleh koalisi berbagai kelompok, termasuk Koalisi ANSWER dan Code Pink, yang berlangsung di luar Perpustakaan Umum New York. Protes tersebut menandai salah satu demonstrasi terbesar di AS yang secara khusus membahas krisis kemanusiaan di Gaza, dengan laporan menunjukkan bahwa ribuan orang turut serta, banyak di antaranya bepergian dari kota-kota lain dengan bus.
Para pengunjuk rasa termasuk jurnalis yang mengadvokasi rekan-rekan mereka di Gaza, di mana laporan dari organisasi bantuan internasional menyoroti kelaparan yang semakin parah. Menurut Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gaza mengalami krisis pangan terburuknya, dengan UNRWA melaporkan bahwa hampir satu dari lima anak kecil menderita malnutrisi. Sejak Oktober 2023, lebih dari 100 anak telah meninggal karena masalah yang berkaitan dengan malnutrisi.
Protes tersebut juga menarik beragam kelompok, termasuk organisasi yang dipimpin Yahudi seperti “Suara Yahudi untuk Perdamaian” dan “Jika Tidak Sekarang,” yang meneriakkan slogan-slogan menentang konflik yang sedang berlangsung.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) memuji partisipasi yang tinggi, menekankan penentangan publik terhadap genosida Gaza.
Di Toronto, Kanada, para pengunjuk rasa juga menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina dan para jurnalis. Aksi unjuk rasa itu dilakukan setelah Israel membunuh sejumlah wartawan, termasuk wartawan Al Jazeera, dalam serangan terarah terhadap tenda mereka di Kota Gaza akhir pekan lalu.


