Tel Aviv, Purna Warta – Eyal Zamir, Kepala Staf rezim Israel, mengumumkan rencana militer rezim tersebut untuk menduduki Kota Gaza, yang telah memicu kecaman luas dari pemerintah dan badan internasional di seluruh dunia.
Kepala Staf Israel Eyal Zamir telah resmi menyetujui rencana militer untuk pendudukan Kota Gaza, yang terletak di utara Jalur Gaza.
Rencana tersebut, yang diusulkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah disetujui oleh kabinet perang Israel pada 8 Agustus.
Berdasarkan skema tersebut, yang telah memicu kritik internasional yang luas, rezim Israel akan mengambil alih Kota Gaza, dimulai dengan operasi militer yang diikuti dengan masuknya secara bertahap ke kota tersebut, menurut kantor berita Anadolu yang mengutip media Israel.
Rencana tersebut akan melibatkan evakuasi paksa besar-besaran warga Palestina dari Kota Gaza, yang dilaporkan berlangsung selama dua minggu.
Sementara itu, sebuah sumber Israel mengatakan kepada penyiar resmi rezim, Kan, bahwa Amerika Serikat telah meminta peninjauan terperinci atas rencana tersebut.
Baca juga: Hamas: Rencana Pendudukan Gaza akan Meningkatkan Genosida dan Pengungsian Paksa
Israel bergerak untuk mengambil alih Gaza setelah 22 bulan perang di Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 62.000 warga Palestina. Banyak dari mereka meninggal karena kelaparan karena Israel terus membatasi aliran bantuan ke wilayah tersebut.
Negara-negara Arab dan beberapa negara Barat, bersama dengan organisasi internasional, semuanya telah memperingatkan bahwa rencana pengambilalihan Kota Gaza hanya akan memperburuk kondisi yang sudah buruk di wilayah tersebut.


