Cape Town, Purna Warta – Diplomat tinggi Afrika Selatan mengecam keras tindakan agresi rezim Israel baru-baru ini terhadap Iran.
Menteri Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan Ronald Lamola mengecam keras pelanggaran rezim Zionis Israel terhadap wilayah Iran dan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran.
Baca juga: Kallas dari Uni Eropa Hadapi Reaksi Keras atas Dorongan untuk Mengakhiri Program Nuklir Iran
Ia menyampaikan komentar tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Rabu.
Diplomat Afrika Selatan tersebut juga menyampaikan simpati kepada rakyat Iran, dengan mengatakan negaranya akan menggunakan semua kapasitas untuk melindungi rezim nonproliferasi nuklir dan mendukung negosiasi komprehensif untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Sementara itu, Araqchi mengagumi sikap Afrika Selatan dalam mengecam agresi rezim Zionis apartheid terhadap Iran.
Ia mengecam serangan Israel yang “ilegal dan teroris” sebagai akibat dari impunitas rezim Zionis dan kelambanan masyarakat global atas kekejaman Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Baca juga: Iran: Perang Iran Terkini Dipimpin Langsung oleh Pemimpin Tertinggi
Rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tidak beralasan terhadap Iran pada 13 Juni. Rezim itu melancarkan serangan udara terhadap situs nuklir, militer, dan permukiman Iran yang mengakibatkan lebih dari 930 orang tewas, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Pasukan militer Iran segera melancarkan serangan balik. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari Operasi True Promise III yang menimbulkan kerugian besar di kota-kota di seluruh wilayah pendudukan.
Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni menghentikan pertempuran.


