Baghdad, Purna Warta The Jerusalem Post mengamati perkembangan yang diraih setiap harinya oleh Muqawamah Irak yang sempat dipimpin Martir Abu Mahdi al-Muhandis. JP menegaskan peran Abu Mahdi al-Muhandis dalam pembentukan Angkata Udara al-Hashd al-Shaabi.

Al-Hashd al-Shaabi adalah gerakan kerakyatan Irak dalam menolak kezaliman atau yang biasa disebut gerakan Muqawamah. Dibangun di bawah perintah atau fatwa keagamaan para Ulama Syiah Irak, salah satunya Sayid Ali Sistani dan kini al-Hashd al-Shaabi telah memasuki umur yang ke-7.

Dalam analisa Jerusalem Post (JP), Abu Mahdi al-Muhandis adalah pelopor Angkatan Udara al-Hashd al-Shaabi yang direalisasikan pada tahun 2019.

Baca Juga : Jubir Kemenlu Iran ke NATO dan G7: Dari Pada Beretorika, Taati Hukum Dunia

Al-Hashd al-Shaabi Irak, yang unjuk kekuatan AU-nya pada hari Sabtu (12/6) kemarin salah satunya drone, telah menjadi kekuatan besar. Meskipun strategi teror AS atas Abu Mahdi al-Muhandis terlaksana pada tahun 2020 lalu, namun proyek pembentukan dan pengembangan Angkatan Udara al-Hashd al-Shaabi, yang berdiri tahun 2019 di bawah penunjukan Salah Mahdi Hantoush sebagai pemimpin, terus berjalan,” tulis Jerusalem Post melaporkan yang diterjemahkan oleh al-Maalomah.

Dalam pengamatan JP, penggunaan drone oleh prajurit al-Hashd al-Shaabi bukanlah hal baru, akan tetapi akarnya kembali ke tahun 2019. Mereka telah mengaktifkan drone dalam operasi menghabisi ISIS.

Salah satu Komando al-Hashd al-Shaabi bernama Abu Abdillah kepada reuters dalam satu sesi wawancaraa menegaskan bahwa Republik Islam Iran-lah yang telah mengirim pakar melatih pengoperasian drone selama perang melawan ISIS.

Baca Juga : Wakil Arab di Knesset: Bendera Al-Quds Adalah Bendera Palestina

“Ada banyak laporan yang mengkalkulasikan peran pesawat tanpa awak dalam operasi militer tahun-tahun lalu. Dan faktanya adalah sekarang al-Hashd al-Shaabi telah unjuk kemampuan mereka dalam operasi pesawat tanpa awak, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Hamas melalui pesawat tanpa awak Ababil dan gerakan Ansarullah Yaman dengan drone Qasef-nya,” tambah Jerusalem Post.

“Unjuk kekuatan drone di Irak sepertinya ingin membuktikan bahwa militer al-Hashd al-Shaabi telah memiliki kekuatan lain seperti yang dijanjikan oleh al-Muhandis. Ini berarti bahwa Angkatan Udara Irak berada dalam situasi kurang baik karena penarikan mundur sekutu militernya, yaitu Amerika dari pangkalan Balad dan lainnya. Drone-drone al-Hashd al-Shaabi sangatlah baik dari segi kuantitas dan kualitas,” hemat media Israel tersebut.

Kemampuan drone Muqawamah Irak ini juga mengkhawatirkan petinggi Amerika Serikat. Akhir-akhir ini, Washington Post melaporkan bahwa pengoperasian drone oleh angkatan bersenjata Muqawamah Baghdad untuk menyingkirkan sistem pengawasan, yang diaplikasikan di sekitar basis militer dan pusat-pusat diplomatik petinggi militer AS, sangatlah mengkhawatirkan.

“Al-Hashd al-Shaabi sering mengoperasikan pesawat tanpa awak dengan terbang rendah dan tidak bisa dideteksi oleh sistem pertahanan,” tulis Washington Post melaporkan.

Baca Juga : Indikasi Pembentukan Kabinet Lebanon dalam 48 Jam Ke Depan

Dan Komando CENTCOM, McKenzie mengakui bahwa kemajuan ini sangatlah mengkhawatirkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − nine =