Mengapa Intelijen Belanda Menyebut Israel Sebagai ‘Ancaman Negara’

NCTV

Amsterdam,Purna Warta – Mengelola Persepsi, Menyesatkan Narasi. Laporan ini berfokus pada upaya Israel memengaruhi opini politik dan publik seputar kerusuhan di Amsterdam, Belanda pada November 2024, menjelang pertandingan Liga Eropa UEFA antara klub Israel Maccabi Tel Aviv dan klub Belanda AFC Ajax.

Awalnya, media lokal dan internasional serta para politisi mengecam kerusuhan itu sebagai serangan tak beralasan terhadap orang Yahudi dan warga Israel. Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, menyamakan kejadian tersebut dengan “pogrom Nazi”, sementara Benjamin Netanyahu menyamakannya dengan Kristallnacht.

Namun dengan cepat terungkap bahwa para pendukung sayap kanan ekstrem Maccabi-lah yang justru memicu kekacauan. Mereka merobek bendera Palestina dari rumah-rumah warga, meneriakkan slogan kebencian seperti “mati untuk Arab”, menyerang warga Muslim—termasuk perempuan—, dan merusak properti umum dan negara.

Meskipun rekaman CCTV secara misterius hilang dan media Barat menutup-nutupi kejahatan suporter Israel, banyak tokoh publik yang awalnya menyuarakan tudingan “antisemitisme” akhirnya dipaksa menarik pernyataannya.

Manipulasi Media dan Politik
Laporan NCTV menyatakan bahwa pengaruh beracun entitas Zionis di Belanda tergambar jelas dari manipulasi narasi media dan politik oleh Tel Aviv seputar kerusuhan tersebut.

Tak lama setelah kerusuhan, Kementerian Diaspora dan Penanggulangan Antisemitisme Israel menyebarkan laporan secara langsung kepada politisi dan jurnalis tertentu, menuduh bahwa kerusuhan dipicu oleh organisasi dan individu yang anti-Yahudi dan pro-Hamas. Dampaknya sangat serius.

Anggota parlemen Belanda yang menerima laporan itu sempat mengusulkan untuk menetapkan organisasi-organisasi yang disebutkan sebagai kelompok teroris dan menjatuhkan sanksi. Untungnya usulan itu tak jadi dilaksanakan, tetapi individu-individu yang disebutkan—termasuk aktivis damai—mengaku menerima ancaman pembunuhan.

NCTV mencatat:

“Para Menteri Kehakiman dan Keamanan serta Luar Negeri Belanda menganggap metode distribusi tersebut tidak biasa dan, karena potensi dampak negatifnya bagi warga negara Belanda, tidak diinginkan. Misalnya, individu yang disebutkan dapat diintimidasi, diancam, atau bahkan diserang.”

Amsterdam: Sarang Lobi Israel di Eropa
Walau kerusuhan November 2024 dianggap peristiwa kecil, penilaian NCTV menjadi pukulan besar. Hal ini mengikuti seruan Belanda agar Uni Eropa meninjau kembali hubungannya dengan Israel serta menyelidiki pelanggaran dalam genosida Gaza, hingga melarang menteri-menteri Israel masuk ke wilayah Belanda.

Sebagai pusat dari berbagai lembaga penting UE, NATO, dan PBB, Amsterdam memberikan Israel akses dan pengaruh ke lembaga-lembaga seperti Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Karena itu, tak mengherankan jika Tel Aviv berupaya melenyapkan semua bentuk oposisi.

Lobi, Fitnah, dan Ancaman Fisik
Sebuah laporan dari European Legal Support Center (ELSC) tahun 2021 mendokumentasikan secara detail taktik-taktik standar lobi Israel Belanda untuk membungkam solidaritas terhadap Palestina.

Antara 2015–2020, ELSC mencatat hampir 60 organisasi dan 23 individu yang menjadi sasaran. Sembilan taktik umum diidentifikasi, termasuk:

Kampanye fitnah

Tuduhan palsu antisemitisme dan dukungan terorisme

Upaya memutus pendanaan solidaritas Palestina

Pelarangan penggunaan ruang publik

Hingga ancaman kriminal secara langsung

Contohnya, Ismail Ziada, warga Belanda-Palestina yang menggugat pejabat militer Israel atas pembunuhan keluarganya di Gaza, menemukan rem mobilnya disabotase—tetapi penyelidikan polisi tak membuahkan hasil.

Aktivis solidaritas Palestina lainnya mengalami peretasan akun, penyebaran email palsu, dan ancaman pembunuhan. Meskipun ada investigasi, pelakunya tak pernah ditemukan.

NGO-NGO Zionis dan Kolusi Pejabat Lokal
ELSC mengungkap bahwa CIDI (Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel) bertanggung jawab atas 60% serangan terhadap solidaritas Palestina di Belanda.
Namun, NGO Monitor yang berbasis di Tel Aviv dan UK Lawyers for Israel (UKLFI) juga memainkan peran besar. Kedua organisasi ini dikenal gencar menyebarkan tuduhan palsu terhadap organisasi HAM seperti Amnesty International dan Human Rights Watch.

Meskipun pejabat Belanda tahu betul NGO Monitor tidak kredibel, mereka tetap menuruti tekanan lobi. Pada 2020, pendanaan senilai $1 juta untuk Union of Agricultural Work Committees (UAWC) dibekukan dan akhirnya dihentikan total tahun berikutnya.

UAWC telah lama menjadi target Israel karena membela hak petani Palestina atas tanah mereka. Tanpa dana, operasi mereka lumpuh—ratusan pekerja dipecat, lahan pertanian Palestina terancam disita.

Kisah Serupa di Inggris
Di Inggris, Palestine Action (PA), gerakan perlawanan sipil terhadap produsen senjata Israel Elbit Systems, akhirnya ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris, berdasarkan “riset” lobi Zionis lokal.

Padahal, dokumen internal menunjukkan pejabat Inggris kesulitan menemukan dasar hukum untuk pelarangan tersebut. Kini keputusan itu sedang diajukan ke pengadilan.

Kesimpulan: Zionis adalah Ancaman Nyata
Sementara negara seperti Inggris masih menuduh solidaritas Palestina sebagai ancaman, Belanda justru membalik narasi. Laporan NCTV menandai pengakuan resmi pertama dari sebuah negara Eropa bahwa Israel adalah ancaman nyata—bukan korban.

Oleh: Kit Klarenberg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *