HomeAnalisaApa Itu Peristiwa Sabra dan Shatila yang Disindir Sekjen Hizbullah di Pidatonya

Apa Itu Peristiwa Sabra dan Shatila yang Disindir Sekjen Hizbullah di Pidatonya

Purna Warta – Sekjen Hizbullah, Sayid Hasan Nasrullah, berpidato pada hari Sabtu yang dalam orasinya, tokoh Muqawamah Lebanon tersebut menjadikan peristiwa Sabra dan Shatila sebagai pembeda Lebanon Hizbullah dan Lebanon antek Israel. Namun apa itu kasus Sabra dan Shatila?

16 September merupakan hari peringatan peristiwa dimulainya kejahatan arogan rezim Zionis bersama para sekutunya di Sabra dan Shatila yang menurut para saksi mata yang masih hidup sekarang, merupakan peristiwa yang sangat mengerikan dan amis darah.

Baca Juga : 40 Tahun Berlalu, Para Penyintas Mengenang Pembantaian Sabra dan Shatila Lebanon

sabra dan shatila

Pengungsian Sabra dan Shatila adalah dua tempat dari 12 pengungsian warga Palestina di selatan Lebanon. Israel mulai dari 15 hingga 18 September 1982 telah memulai pembantaian di pengungsian ini hingga menewaskan lebih dari 2000 korban. Sebagian sumber bahkan melaporkan jumlah korban yang berkisar antara 3-5 ribu orang.

Kejahatan ini dilakukan oleh militer Zionis pimpinan Ariel Sharon, Menteri Perang Israel kala itu, bersama pasukan Falangis Lebanon dan para korban mayoritas anak-anak dan perempuan.

sabra dan shatila
Ilustrasi Ariel Sharon muda memimpin operasi

Rezim Zionis bersama Bachir Gemayel (atau juga disebut Bashir Gemayel), Ketua partai Kataeb (partai sayap kanan Kristen Lebanon), telah mengoperasikan kejahatan ini. Tapi lebih tepatnya petinggi militer dan keamanan Israel bersama para petinggi partai Kataeb yang lebih terkoordinasi berperan dalam kronologi kejahatan ini.

Gemayel merupakan antek strategis Israel yang terpilih menjadi Presiden Lebanon. Namun tak lama menjadi Presiden, Bashir Gemayel tewas bersama orang-orang dekatnya. Rezim Zionis beralasan dengan tewasnya Gemayel untuk menghabisi sisa tahanan Palestina dan mereka mengumumkan, “Karena tewasnya Gemayel, kami akan membalas dendam.” Dan terjadilah peristiwa Sabra dan Shatila.

Baca Juga : 8 Titik Urgen dalam Pidato Sekjen Hizbullah

sabra dan shatila

Site warta Arab48 bertepatan dengan peringatan peristiwa berdarah ini melansir sebuah catatan dan menuliskan bahwa meskipun peristiwa Sabra dan Shatila yang mengorbankan warga Palestina, Lebanon dan Suriah telah berlalu 40 tahun, namun bau menyengat masih terus terendus dan memori Najib Khatib yang telah melepas Ayah bersama 10 anggota keluarganya tetap terpahat.

Khatib adalah pria asal Lebanon, yang merupakan salah satu saksi mata peristiwa berdarah ini. Kepada surat kabar asal Prancis, dia menceritakan, “Bau jasad lebih dari 5 sampai 6 bulan masih tercium menyengat. Bau busuk. Setiap hari mereka memberikan obat, namun bau mayat tetap di kepala orang-orang.”

sabra dan shatila

Peringatan peristiwa Sabra dan Shatila ini telah diselenggarakan pada hari Jumat kemarin di Beirut. Khatib menyatakan, “Hingga kini bau mayat-mayat ini masih sisa di kepala dan kami mendengarnya.”

Kala itu, Lebanon tenggelam dalam perang dalam negeri. Antara tanggal 16 hingga 18 September 1982, partai Kataeb dan militer rezim Zionis membantai penduduk Sabra dan Shatila sampai 800 hingga 2000 sipil. Sampai saat ini jumlah pasti dari korban ini belum jelas, namun dilaporkan bahwa paling tidak ratusan warga Lebanon dan sejumlah warga Suriah tewas di pemukiman ini.

Baca Juga : Mahsa Amini, Kematian Gadis Iran yang Dimanfaatkan Kontra Revolusi + Video

sabra dan shatila

Berdasarkan laporan dan arsip dokumen Israel yang terungkap setelahnya, militer Tel Aviv, yang mulai menyerang Lebanon pada bulan Juni tahun tersebut, telah mengurung pengungsian Sabra dan Shatila.

Khatib berjalan dari lorong ke Lorong dan mengingat lembaran hitam dan tidak mampu membersihkan memori ketidakadilan yang terjadi kala itu.

sabra dan shatila

Namun demikian, meskipun di tengah dunia damai saat ini, peristiwa ini dilupakan. Tidak ada satupun dari penjahat yang ditangkap dan dihakimi.

Khatib menunjuk sebuah bangunan runtuh dan mengatakan, “Mereka membawa dari sana ke sini dan mereka membunuhnya di sini.”

Arab28 melaporkan, “Peristiwa ini terjadi tak lama setelah teror Bashir Gemayel, Presiden terpilih kala itu, yang merupakan pahlawan di mata pengikut Kristen karena upayanya menyelamatkan mereka dari perang dan intervensi militer Palestina dan Suriah di Lebanon. Meskipun tidak semuanya setuju dengan Gemayel dan mereka memprotes karena kerja samanya dengan Israel.”

Baca Juga : Opsi-Opsi Sayid Muqtada Sadr Hari Ini

sabra dan shatila

Beberapa tahun kemudian, Israel membangun tim penyelidikan dan menunjuk beberapa petinggi rezim Zionis, termasuk Ariel Sharon sebagai penanggungjawab secara tak langsung. Dan menunjuk Elie Hobeika, penanggung jawab keamanan kala itu dari partai al-Quwat al-Lubnaniyah, sebagai penanggungjawab utama.

Namun al-Quwat al-Lubnaniyah, yang merupakan sekutu Israel, tidak merespon tuduhan ini dan memilih diam.

Sebelum mendekati Suriah, Elie Hobeika adalah salah satu antek Israel. Pada tahun 1992, Hobeika meraih kursi Kementerian dalam pemerintahan Lebanon. pada tanggal 24 Januari 2002, Hobeika terbunuh dalam teror bom mobil di wilayah timur Beirut, tepatnya di al-Hazmieh.

sabra dan shatila

Arab48 menuliskan bahwa para saksi selamat dari peristiwa berdarah ini, menuntut Ariel Sharon di pengadilan Belgia. Namun pengadilan pada bulan September 2003 menolak untuk melanjutkan kasus ini.

Ummu Abbas, 75 tahun, merupakan salah satu saksi peristiwa yang masih hidup. Dia tidak bisa melupakan foto-foto yang terpampang.

Baca Juga : Pentingnya Mengembangkan Diplomasi Yudisial Iran-Indonesia

“Apa yang Kamu lihat. Seorang bayi yang dikeluarkan paksa dari perut Ibunya lalu membelahnya menjadi dua. Kepala, tangan dan kaki dipotong,” jelasnya. Ummu Abbas mengatakan bahwa dirinya melihat seorang perempuan hamil diserang dan mereka mengeluarkan bayi dari perutnya.

Ummu Abbas duduk di sebuah Lorong dan dia mengingat bagaimana sebuah bulldozer mengangkut jasad-jasad dan membuangnya di sebuah galian dalam.

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − six =