Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa musuh sedang melakukan perang ekonomi kompleks yang bertujuan mengganggu pasokan sumber daya penting dan menciptakan ketidakpuasan publik di negara tersebut.
Berbicara pada pertemuan hari Jumat untuk mengoordinasikan dan meninjau model kerja sama antara Kementerian Pertahanan Iran dan Kementerian Energi untuk melaksanakan rencana pengelolaan konsumsi energi, Pezeshkian menguraikan dimensi perang ekonomi melawan Iran.
Presiden mengatakan kompleksitas perang ekonomi jauh lebih besar dibandingkan konfrontasi militer, dan menekankan bahwa pihak-pihak yang bermusuhan berupaya mengganggu proses pengamanan sumber daya yang diperlukan untuk memperkuat air, listrik, gas, dan penghidupan masyarakat.
Presiden memperingatkan bahwa upaya tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan ketidakpuasan masyarakat dan mempertanyakan kemampuan manajerial negara.
Pezeshkian menekankan bahwa pengelolaan konsumsi dan peningkatan efisiensi telah menjadi komponen fundamental ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional.
Mengacu pada kapasitas geopolitik, ekonomi, dan energi Iran yang luas, presiden menggarisbawahi bahwa negara tersebut memiliki sumber daya yang luar biasa dan posisi strategis yang unik.
Dia menambahkan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menahan kapasitas nyata Iran kecuali negara itu sendiri yang membatasi kemampuan domestiknya dan menciptakan kondisi untuk melakukan pembatasan tersebut.
Lebih lanjut Presiden menekankan bahwa mengatasi keterbatasan memerlukan perubahan cara pandang, kepercayaan yang lebih besar terhadap kemampuan dalam negeri, dan mobilisasi seluruh kapasitas nasional.


