Wamenlu Iran: Hegemoni AS Hambat Pembentukan Tatanan Dunia Multipolar

Wamenlu Iran

Teheran, Purna Warta– Saeed Khatibzadeh, Wakil Menteri Luar Negeri Iran (Wamenlu) dan Kepala Pusat Studi Politik dan Internasional di Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan Amerika Serikat mengganggu proses pembentukan sistem multipolar dengan perilaku hegemoniknya.

Baca juga: Venezuela Kerahkan Pasukan di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS-Karibia

Dalam wawancara dengan Russia Today saat kunjungan resmi ke Moskow pada hari Jumat, Khatibzadeh mengatakan banyak negara telah memperjuangkan multipolaritas, sementara AS dan sekutu Baratnya menghalangi tujuan tersebut melalui “pengganggu” atau “kekuatan nyata”.

“Ada tren kontradiktif yang terjadi di dunia saat ini. Ada pihak-pihak yang mencoba membangun tatanan multipolar, tetapi sayangnya… Amerika tidak sependapat dengan gagasan ini. Mereka ingin menjadi satu-satunya kekuatan hegemonik atas negara-negara lain,” ujar Wamenlu Iran itu.

Khatibzadeh merujuk pada sanksi “ilegal” terhadap Iran, yang menurutnya jelas menunjukkan niat AS bahwa “ia dapat memaksakan kehendaknya atas negara-negara lain” yang bertentangan dengan aturan internasional.

Baca juga: Trump Memutus Perundingan Dagang dengan Kanada Akibat Iklan ‘Reagan Palsu’

Mengingat serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni tahun ini, wakil menteri luar negeri tersebut menuduh Washington merongrong kedaulatan dan membentuk kembali tatanan global melalui kekerasan.

“Kita tidak punya pilihan selain melawan intimidasi Amerika ini,” ujarnya, menyerukan agar negara-negara bersatu dalam membangun dunia yang lebih adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *